Beranda Lainnya Advertorial Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPRD Konawe, Upaya Pengawasan Dana Desa

Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPRD Konawe, Upaya Pengawasan Dana Desa

235
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto saat melakukan kunjungan kerja peninjauan embung hasil penggunaan dana desa di Desa Anahinunu, Kecamatan Amonggedo.

PARIWARA
Dana desa yang dicairkan langsung ke desa-desa diharapkan bisa meningkatkan partisipasi dan peran masyarakat dalam membangun desa. ada dua kategori dalam penggunaan dana desa. Pertama, dana desa bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur pedesaan dan kedua, untuk melakukan pemberdayaan desa.

Dengan peruntukan dan penggunaan dana desa yang tepat pembangunan di desa dipastikan akan makin cepat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika sampai terjadi penyimpangan maka akan sangat merugikan masyarakat.

Atas dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe berkomitmen mengawasi secara ketat penggunaan dan pengelolaan dana desa karena rawan penyimpangan. Hal ini untuk memastikan agar dana yang jumlahnya tiap desa cukup besar tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan desa.

Hingga kini DPRD Konawe banyak menerima keluhan dari masyarakat dan kepala desa terkait pengalokasian anggaran dan program yang belum sesuai keinginan masyarakat dalam pemanfaatan dana desa itu sendiri.

Berdasarkan fakta-fakta itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto melakukan kunjungan kerja di dua Kecamatan, yakni kecamatan Amonggedo dan kecamatan Wonggeduku Barat, Selasa (27/11/2018). Kunjungan kerjanya tersebut dalam rangka melakukan pengawasan penggunaan anggaran dana desa.

“Kami turun melihat secara langsung. Kami ingin memastikan Dana Desa ini dimanfaatkan untuk kepentingan warga setempat,” ujar Rusdianto saat kunjungannya itu.

Kunjungannya kali inipun sudah ingin meninjau salah satu kegiatan pembangunan di desa Anahinunu, kecamatan Amonggedo yang menggunakan anggaran bersumber dari dana desa, yakni pembuatan embung.

Didampingi Kepala Desa Anahinunu, Nyoman Sultra Utama, Rusdianto secara langsung meninjau kondisi embung yang tengah dibangun itu. Embung itupun menjadi yang pertama dan terbesar di wilayah itu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto saat meninjau pembuatan embung.

“Setelah kita tinjau memang ini sangat luar biasa. Benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat yang sebagian besarnya adalah petani dengan membangun embung ini. Ini akan memudahkan petani dalam mendapat air untuk keberlangsungan lahan pertanian mereka,” kata Rusdianto.

Hal serupa ditemukannya pula di Desa Linonggasai, Kecamatan Wonggeduku Barat. Menggunakan dana desa, hasil keputusan disepakati untuk membangun embung. Hal ini dimaksudkan agar petani tidak lagi kesulitas air saat terlebih bagi sawah tadah hujan.

Pembangunan embung-embung ini sendiri menggunakan dan desa tahun 2018 dengan perkiraan mampu menampung masing-masing 1 juta liter kubik. Jumlah inipun diyakini mampu menyediakan kebutuhan air setiap musim tanam tiba.

Secara kelembagaan, Rusdianto menyampaikan rasa bangganya terhadap dua desa yang dikunjunginya itu. Dimana peran dan fungsi dari dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat itu mampu dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap ini bisa menjadi contoh bai desa-desa lain. Dengan adanya dana desa maka harusnya bisa memudahkan tiap desa untuk secara mandiri memenuhi kebutuhan masyarakatnya masing-masing, seperti pembangunan embung ini bagi desa yang menggantukan kehidupannya di pertanian,” tutur Rusdianto.

Harapannya, kedua desa ini mampu menjaga konsistensi mereka dalam menggunakan dana desa dengan benar. Utamanya dengan selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat dan desa itu sendiri.

Peran Aktif Semua Elemen Dalam Mengawasi Penggunaan Dana Desa

Kendati demikian, Rusdianto tak menampik masih belum maksimalnya penggunaan dana desa di Kabupaten Konawe. Diakuinya masih banyak desa-desa yang membandel dalam pengelolaan dana desa.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto saat diskusi dengan beberapa warga sekitar saat kunjungan kerja.

“Harus kita akui bahwa masih banyak laporan yang masuk terkait belum efisiennya penggunaan dana desa ini. Mulai dari tidak tepatnya program yang dijalankan hingga adanya oknum-oknum yang sengaja menyalahgunaan dana itu untuk kepentingan pribadi,” beber Rusdianto.

Namun, kata Rusdianto, bukan berarti harus berkecil hati. Sebab sudah banyak juga desa-desa yang benar-benar memanfaatkan dana desa untuk membangun kemandirian desa mereka. Seperti contohnya desa yang dia kunjungi itu dan beberapa contoh lainnya.

Olehnya, Rusdianto berharap adanya peran aktif dari semua elemen. Seperti halnya DPRD yang diakuinya tak mampu menggapai secara luas persoalan-persoalan yang lahir di desa-desa soal penggunaan dana desa itu sendiri.

Sehingga, dirinya mengajak masyarakat maupun perangkat pemerintahan mampu bersinergi dalam menjaga pengelolaan dana desa. Seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), diharapkan bijak dalam menyusun anggaran desa, sehingga peruntukkannya memang benar-benar untuk pembangunan desa.

Dalam kesempatan itu, Rusdianto yang sempat bertatap muka dengan beberpa masyakat untuk tak segan terlibat langsung dalam pengelolaan dana desa dengan meminta kepala desa dan aparatnya untuk terbuka dalam penggunaanya.

Ia menyampaikan, jika setiap warga desa mempunyai hak untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan dengan anggaran itu. Dan kepala desa serta aparat punya kewajiban untuk secara terbuka dan jujur menyampaikan ke masyarakat apa saja yang telah dilakukan.

“Dengan keterbukaan seperti itu, harapan kita agar pengelolaan ini menjadi lebih edukatif dan tepat sasaran. Jadi jika ada kesalahan atau ada program yang belum terpenuhi maka masyarakat akan langsung mempertanyakannya,” kata Rusdianto.

Selanjutnya, Rusdianto mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan adanya dugaan penyimpangan dana desa. Baik itu di tingkat penegakan hukum maupun di instansi mereka.

Kunjungan Rusdianto inipun mendapat tanggapan baik dari desa-desa yang dikunjunginya. Seperti Kepala Desa Anahinunu, Nyoman Sultra Utama. Dirinya menyambut baik kunjungan itu sebagai upaya pengawasan atas desa yang dipimpinnya.

“Kita sambut baik agar kita bisa melihat kekurangan apa saja yang mesti kami perbaiki agar masyarakat juga puas dengan upaya kami yang selama ini kami lakukan khususnya dalam mengelola dana desa ini,” ujarnya. (*)