Beranda Ibu Kota Laode Ida: Sultra Tak Boleh Lengah Tangani Covid-19

Laode Ida: Sultra Tak Boleh Lengah Tangani Covid-19

491
Laode Ida (sumber foto: Indopolitika.com)

JAKARTA, – Tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara, sekaligus anggota Ombudsman Republik Indonesia, Dr. Laode Ida berharap Pemerintah Provinsi Sultra tak lengah dalam menghadapi pandemi virus covid-19.

“Tak boleh lengah, apalagi menyepelekannya. karena wabah ini sangat serius mengancam jiwa manusia,” kata Laode Ida dalam siaran persnya minggu, (28/03/2020).

Dikatakan, kalau sudah terlanjur mewabah secara luas di masyarakat pemerintahlah yang akan rasakan kian sulit menanganinya.

“Entahlah, yang saya bayangkan harusnya daerah lain atau Pemprov Sultra bisa segera bertindak untuk tangani dan atau cegah Covid-19 ini atau mungkin terlewat dari pantauan saya,” katanya.

Yang perlu dicatat, kata dia, bahwa pemerintah sebagai representasi administrator negara memiliki kewajiban azasi untuk melindungi warganya agar tak kehilangan akibat wabah penyakit seperti Covid-19 ini.

“Dan di Sultra sebenarnya bisa melakukan itu,” ujar Laode Ida.

Kendati demikian, harus ada komando terstruktur dari otoritas setempat yakni gubernur di level provinsi dan bupati/walikota di level kabupaten/kota. Jakarta dan Papua, sudah beri contoh konkret.

Untuk itu gubernur sangat aktif atau menjadi pemegang komando langsung untuk atasi covid ini. Gubernur Anies lah juga secara tegas dan taktis mengkampanyekan agar dilakukan lockdown, kendati terus saja ada hambatan politis dari pemerintah pusat.

Dan Gubernur Papua, Lucas Enembe malah sudah berlakukan lockdown di Papua sejak 25 Maret lalu. Pimpinan provinsi di ujung timur Indonesia itu tak peduli dengan ketaksetujuan pihak pemerintah pusat atas kebijakannya itu. Lucas Enembe dan pimpinan sejati yang peduli dengan keselamatan nyawa warganya.

Saat ini Papua jadi daerah tertutup untuk masuk dan keluarga orang. Seluruh bandar udara dan pelabuhan diinformasikan ‘ditutup’.

Lalu bagaimana di Sultra? mantan Senator Sultra berharap mudah-mudahan para pemimpinnya segera mengambil posisi sebagai komandan penanganan dan atau pencegahan covid-19.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain, pertama, gubernur harus pimpin atau bentuk satgassus di tingkat provinsi yang bekerja super cepat dalam mendata, memetakan, menganalisis, sampai pada tindakan nyata mengatasi dan sosialisasi peccegahan virus corona.

Kedua, memastikan setiap kabupaten/ kota melakukan hal yang sama dengan provinsi dan atau sekaligus mencontoh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut). Tentu perlu disesuaikan dengan kondisi lokal tiap daerah yg karakter sosial, demografi dan geografis berbeda satu sama lain.

Ketiga kata dia, memastikan dilakukannya sterilisasi sumber-sumber orang sebagai pembawa virus. Jika mungkin bisa juga menerapkan kebijakan yang sama seperti yang dilakukan oleh Gubernur Papua.

Yang keempat, jika gubernur menganggap perlu, maka juga bisa libatkan figur-figur potensial yang masih enerjik untuk mengambil komando pencegahan atau penangan covid-19.

“Figur seperti Muh Endang ( Wakil Ketua DPRD Prov Sultra), Hidayatullah (mantan Ketua KPU Provinsi), dan Amril Sabara (Ketua DPW PEKAT-IB Prov Sultra), dianggap bisa jadi sebagai figur penggerak. Tentu dgn sepersetujuan Gubernur Ali Mazi,” ucap Laode Ida.

Kelima, sumber anggaran untuk penanganan dan pencegahan covid-19 bisa diambil anggaran proyek-proyek fisik yang kemanfaatan dianggap tidak terlalu mendesak. (Red)