Beranda Lainnya Sosbud LSM LIRA Konawe Inisiasi Pendirian Bank Sampah

LSM LIRA Konawe Inisiasi Pendirian Bank Sampah

182
Bupati LSM LIRA Konawe, Aswan (kemeja hitam) bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Ilham Jaya (jaket cream) usai pendampingan pembinaan bank sampah . (Foto: ist)
Bupati LSM LIRA Konawe, Aswan (kemeja hitam) bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Ilham Jaya (jaket cream) usai pendampingan pembinaan bank sampah . (Foto: ist)

UNAAHA, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe menginisiasi berdirinya bank sampah. Saat ini bank sampah yang diberi nama Bumi Mepokoaso itu susah berjalan sepenuhnya di Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat.

Inisiasi ini sendiri lahir dari gagasan Bupati LSM LIRA Konawe Aswan untuk menciptakan lingkungan yang bebas sampah. Ide itu berawal usai prihatin dengan kondisi tempat tinggalnya yang masih banyak sampah berhamburan dan belum dimanfaatkan.

“Padahal, jika diolah dengan baik sampah itu bisa mendatangkan uang. Selama ini barang yang tidak llayak pakai dianggap sampah kotor dan dibuang bahkan dibakar,” kata Aswan.

Berawal dari situ, Aswan lalu mendirikan bank sampah tepatnya di tahun 2020 ini. Bersama dengan masyarakat Desa Lahotutu yang sekaligus menjadi nasabah perdana dalam aksinya itu, bank sampah akhirnya bisa beroperasi dengan masih menampung sampah warga desa tempat domisi bank.

Tantangannya pun adalah meyakinkan warga. Sempat tidak dilirik namun akhirnya melalui pendekatan secara menerus warga akhirnya mengerti dan terlibat dalam pelaksanaan pengolahan bank sampah itu.

“Kita yakinkan warga agar tidak lagi membuang sampahnya begitu saja, namun diberikan ke bank sampah hasilnya ditukar menjadi uang bisa jadi penambah penghasilan. Alhamdulillah direspon baik hingga seperti sekarang,” ucap Aswan.

Adapun cara kerja bank sampah ini dijelaskan Aswan yaitu warga yang hendak menyetorkan sampahnya agar lebih dulu memilahnya. Ini sekaligus untuk menetukan harga dari sampah yang berbeda-beda jenis.

Menurut Aswan, bank sampahnya ini kini sudah didirikan juga di beberapa desa. Luar biasanya beberapa desa yang ikut program ini sangat antusias bahkan memasukkan program bank sampah ini dalam kegiatan yang didanai Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Saya targetnya ini akan mendirikan di semua kabupaten di Sultra. Memang tidak mudah tapi kita harus optimis. Kuncinya bagaimana kita mengubah pola pikir dahulu baru kita ubah perilaku,” ujar Aswan.

Selain usia dewasa, bank sampah ini kerap mengedukasi kaum muda dan anak-anak  untuk turut serta dalam menjaga lingkuhan. Terbaru, terang Aswan, pihaknya kini sedang mengupayakan agar karang taruna tiap wilayah bisa terlibat dalam aksi ini.

Diakhir, Aswan mengungkapkan jika bank sampah asuhannya itu sudah ia laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe sudah sudah menjadi binaan DLH. (Red)