Beranda Lainnya Lipsus Mengungkap Penyebab Banjir di Konawe dan Nasib Jembatan Latoma

Mengungkap Penyebab Banjir di Konawe dan Nasib Jembatan Latoma

148
UNJUK RASA - Demo Barisan Rakyak Konawe di depan Kantor DPRD Konawe menuntut pembangunan jembatan Latoma yang hanyut pascabanjir. Mereka turut meminta, Pemda Konawe mengungkap penyebab banjir di hulu.
UNJUK RASA - Demo Barisan Rakyak Konawe di depan Kantor DPRD Konawe menuntut pembangunan jembatan Latoma yang hanyut pascabanjir. Mereka turut meminta, Pemda Konawe mengungkap penyebab banjir di hulu.

UNAAHA, – Banjir yang melanda Konawe sekitar lima bulan lalu masih menyisakan persoalan. Seperti diungkap Barisan Rakyak Konawe (Barak), yang menggelar aksi unjuk rasa mengenai perbaikan jembatan di Latoma dan mengungkap penyebab banjir Konawe, Senin (11/11/2019).

Barak dalam aksi unjuk rasanya menyampaikan desakan kepada pemerintah daerah (Pemda) Konawe segera membangun kembali jembatan Latoma yang hingga kini masih belum ada kejelasan.

Orator Barak, Arisman menyampaikan, kondisi Latoma sejak putusnya jembatan mengalami kesulitan dalam mobilisasi sumber penghasilan maupun sumber makanan. Hal itu karena tidak adanya akses warga seperti saat masih ada jembatan.

Kondisi nahas itu akan diperparah saat musim hujan tiba. Selain jembatan yang sudah putus, jalan becek dan berlumpur menjadi masalah pasti dan tersendiri.

“Jadi kami meminta kepada Pemda Konawe dan DPRD Konawe untuk segera menganggarkan pembangunan jembatan, paling lambat 2020 kami sudah bisa merasakan manfaatnya,” kata Arisman.

Orator lainnya, Aljan menyampaikan, tuntutan mereka agar penyebab banjir di Konawe khususnya yang menimpa Latoma hingga menyebabkan jembatan putus segera diungkap Pemda Konawe.

Kata Aljan, besar dugaan mereka adanya aktifitas perambahan hutan di wilayah hulu sungai Latoma seperti di Lawali, yang menyebabkan banjir dan menenggelam hampir seluruh wilayah Konawe.

Aljan mendesak, Pemda Konawe bersama DPRD Konawe segera membentuk tim investigasi menyelidiki penyebab banjir secara ilmiah yang terjadi di hulu sungai.

Selanjutnya, meminta kepada Pemda Konawe dan DPRD Konawe untuk mendesak pemerintah provinsi melalui Dinas Kehutanan dan Dinas Pertambangan Sultra mendalami apa yang mungkin terjadi di wilayah hulu.

“Kami ingin banjir di Konawe bukan sebatas penanggulangan pascabanjir. Tapi mengungkap penyebab dan menghentikan segala aktifitas yang menjadi sebab banjir,” ujar Aljan.

Saat menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Konawe, massa Barak diterima Wakil Ketua I, Kadek Rai Sudiani, ia menyampaikan, persoalan jembatan Latoma sudah masuk dalam anggaran perbaikan, termaksud beberapa fasilitas lainnya di beberapa wilayah.

“Sudah diusulkan ke instansi terkait agar fasilitas penghubung segara dibangun, dan itu dalam tahap pembahasan,” kata Kadek.

Untuk penelusuran penyebab banjir di wilayah hulu, ia menjamin akan mendesak Pemda Konawe untuk dibentuk tim investigasi dengan menggaet pihak pemprov Sultra untuk bersama-sama meninjau kondisi hulu saat ini. (Red)