Beranda Ragam Mudahkan Pendataan Warga Miskin, Dinsos Konut Bakal Gunakan Aplikasi SIKS-NG

Mudahkan Pendataan Warga Miskin, Dinsos Konut Bakal Gunakan Aplikasi SIKS-NG

556
Ditjen Rehabilitasi Kemensos RI menggelar Bintek SIKS-NG di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis, (7/9).

Ibu Kota
Jakarta, – Untuk mendukung pelaksanaan verifikasi dan validasi data masyarakat miskin di Indonesia, Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) bagi para petugas pengolah data pada kantor Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk wilayah Indonesia Timur di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis, (7/9).

Hal ini disampaikan Andika Amin Prasetyo, Staf Seksi Kemiskinan dan Statistik Ditjen Rehsos Kemensos RI saat memberikan materi dihadapan para peserta bimtek yang berasal dari 18 provinsi berbeda se-Indonesia Timur, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Andika memaparkan, bahwa Program SIKS-Next Generation ini merupakan hasil pengembangan dari aplikasi sebelumnya yang dilaunching pada tahun 2015 lalu oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI yang bertujuan mempermudah para petugas pengolah data di tiap-tiap kantor Dinas Sosial Kabupaten/Kota dalam proses verifikasi dan validasi data masyarakat miskin di lapangan secara efektifdan tepat sasaran.

Hal senada juga di ungkapkan Staf Dinas Sosial Kabupaten Konawe Utara, Sirhan, SE selaku peserta pelatihan,bahwa Program Aplikasi SIKS-NG ini juga berfungsi untuk sinkronisasi data update terpadu peserta KIP, KIS, PKH, Rastra, Rutilahu, Gas dan Listrik diseluruh wilayah Indonesia.

“Khususnya di Konut sehingga dengan program aplikasi SIKS-NG. Sistim ini memudahkan dalam perengkingan data penerima bantuan sosial dengan berdasarkan perhitungan 40 variabel,” ungkap Sirhan.

Dijelaskan, seluruh data peserta Bansos baik data yang masuk di server pusdatin maupun dalam tahap usulan ka lewati proses identifikasi dengan data dukcapil konut berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Ini untuk mempermudah pendataan serta untuk menimalisir peserta ganda penerima,” jelasnya.

Kegiatan Bimtek Program SIKS-NG yang mulai berlangsung sejak hari Senin hingga esok hari ini diharapkan materi yang telah disampaikan oleh para instruktur dapat diterima dan diaplikasi dengan baik oleh para para petugas pengolah data dan dibagikan kepada operator sekembalinya dari tempat pelatihan. (KS/BA)