Beranda Ragam Nyaris Putus, Pemerintah Didesak Tindaki Kondisi Jalan Sampara

Nyaris Putus, Pemerintah Didesak Tindaki Kondisi Jalan Sampara

329
Kondisi jalan penghubung Konawe, Konawe Utara (Konut) dan Kota Kendari, di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe yang semakin menyempit akibat terkikis longsor.

UNAAHA, – Kondisi jalan penghubung di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe antar Konawe Utara (Konut), Konawe dan Kota Kendari, kian dikeluhkan para masyarakat khususnya pengguna jalan.

Sebabnya, infrastruktur berstatus jalan nasional itu kian hari kian menyempit akibat longsor yang terjadi di bagian badan jalan yang merupakan bantaran sungai itu.

Akibatnya, sudah sekira 60 persen termaksud badan jalan yang terkena dampak longsor. Kedalamannya mencapai 5-10 meter.

Arus lalulintas ikut terpengaruh, jika jalan itu dimaksudnya untu dua arus, kini hanya bisa dilalui satu arah. Untuk kendaraan besar harus antri untuk melalui jalan itu.

Direktur Lembaga Pemerhati Potensi Desa (LP2D) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sukri Tahir, mengungkapkan keprithatinannya atas kondisi jalan Sampara itu. Ia pun mendesak agar pemerintah segera bertindak.

“Pemerintah harus gerak cepat, karena jalan ini sangat-sangat penting,

“Gimana tidak gelisah, saya ini hampir tiap hari lewati jalan ini,” kata Sukri Tahir dalam keterangannya, Jum’at (1/3/2019).

Diceritakan Sukri, kondisi jalan terus menunjukkan tanda-tanda longsong susulan, seperti retakan yang mulai bermunculan.

Ia pun berharap, Pemda Konawe maupun Pemprov Sultra dapat saling berkoordinasi terkait teknis jalan itu. Terlebih status jalan Sampara yang masuk jalan nasional.

“Kita berharap Pemda konawe dapat bersinergi dengan Pemprov berkoordinasi dengan lembaga teknis yang menangani tentang jalan nasional,” ujar Sukri.

“Ini tidak bisa kalo dilakukan secara normatif, harus ada gerakan extra ordinary demi kepentingan masyrakat yang mendesak, sudah banyak masyarakat yang mengeluh bahkan pejabat daerah pun banyak yang mengeluhkan tapi solusi belum ditemukan,” imbuhnya.

Sukri sendiri mempertanyakan, komitmen pemerintah terkait jalan itu. Soal pendaaan, kata dia, padahal bisa menggunakan anggaran bencana.

Terlebih, lanjut dia, jalan ini sudah sangat membahayakan. Untuk itu, ia berharap pemerintah sesegera munkin bertindak, sebelum ada korban yang ditimbulkan.

“Kerja ini butuh waktu secepatnya dimulai. kan bisa kerja dulu, uangnya belakangan, yang penting ada jaminan kepastian anggarannya,” pungkasnya. (Red)