Beranda Kampung Hukrim Operasi Patuh Anoa, Tindakan Tegas Menanti Pengendara Nakal

Operasi Patuh Anoa, Tindakan Tegas Menanti Pengendara Nakal

824
Kasat Lantas Polres Konawe, AKP Jumiran
Kasat Lantas Polres Konawe, AKP Jumiran

Kampung Konawe
Unaaha, – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam Keselamatan, Ketertiban dan cara berlalulintas, Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Konawe menggelar Operasi Patuh Anoa 2017 yang akan dilaksanakan selama 14 hari, dimulai hari ini dan berakhir pada 22 Mei mendatang.

Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kali ini, sandi patuh yang digunakan diberlakukan dengan menindak para pelanggar di tempat. Secara utuh, operasi ini ditujukan guna menindak kelengkapan kendaraan mulai surat-surat, aksesoris pengendara hingga kondisi kendaraan. Bedanya dengan operasi lainnya, operasi patuh anoa ini 100 persen dilakukan penindakan di tempat tanpa negosiasi.

Kasat Lantas Polres Konawe, AKP Jumiran mengatakan, operasi ini ditujukan untuk menjaring pengendara-pengendara nakal sehingga tindakan yang diambil sangat tegas. Soal teknis, perwira tiga balak ini menjelaskan, operasi ini akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah hukum Sat Lantas Polres Konawe, termaksud wilayah Konawe Utara (Konut).

“Semua akan kita jaring. Sehingga masyarakat kita harapkan agar melengkapi semua kelengkapan, bukan hanya pengendara, namun kendaraan pun harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dan ini berlaku untuk semua, baik roda dua maupun roda empat.” Terang AKP Jumiran saat ditemui usai gelar pasukan di halaman Mapolres Konawe, Selasa (9/5) tadi.

Menurut AKP Jumiran, operasi ini bukan sekedar menjaring pengendara bakal, namun tujuan lainnya agar pengendara-pengendara yang masih belum memiliki kelengkapan bisa termotivasi untuk melengkapi surat kendaraannya sehingga nyaman dan tentram dalam berkendara.

AKP Jumiran menjelaskan, operasi ini akan dilakukan dengan dua cara, pertama terpusat kedua mobile, artinya operasi patuh anoa ini akan mengikut pada kondisi di lapangan, waktunyapun tak ditentukan baik itu pagi, siang maupun sore hari. Sehingga, kata AKP Jumiran, pengendara harus selalu siap dengan kemungkinan operasi yang dilakukan kapanpun dan dimanapun.

“Diharapkan, dengan operasi ini bisa menekan angka kecelakan lalulintas. Utamanya kesadaran lalulintas harus ditingkatkan, sehingga semua bisa berkendara dengan aman.” Tutup AKP Jumiran. (KS/Red)