Beranda Kampung Hukrim Operasi Zebra 2019, Satlantas Polres Konawe Tilang 1288 Pelanggar

Operasi Zebra 2019, Satlantas Polres Konawe Tilang 1288 Pelanggar

93
Kasat Lantas Polres Konawe, IPTU Arifin
Kasat Lantas Polres Konawe, IPTU Arifin

UNAAHA, – Operasi Zebra Anoa 2019 oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Konawe resmi berakhir 5 November 2019 kemarin. Sebanyak 1288 pelanggar terjaring ditilang.

Jumlah pelanggar ini terhitung di dua kabupaten wilayah hukum Polres Konawe yaitu Kabupaten Konawe dan Konawe Utara (Konut).

Untuk pelanggar yang mendominasi adalah kurang kelengkapan dokumen pemotor dan kendaraannya lalu disusul pelanggaran berkendara di bawah umur.

Untuk jenis kendaraan, roda dua masih mendominasi yaitu sebanyak 915, lalu roda empat jenis mobil penumpang sebanyak 277, mobil bus satu, dan mobil barang 101.

Jumlah pelanggaran ini, dibandingkan operasi serupa tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 13,88 persen. Sama halnya dengan operasi patuh, jumlah saat ini juga masih lebih tinggi.

Konawe sendiri menempati posisi ketiga jumlah pelanggar terjaring di Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah Kota Bau-bau dan Kota Kendari.

Kapolres Konawe, AKBP Muhammad Nur Akbar melalui Kasat Lantas, IPTU Arifin mengatakan, peningkatan terjadi karena faktor pertumbuhan kendaraan, sekitar 400 kendaraan perbulan untuk roda dua.

Lalu, kondisi Konawe dan Konut yang merupakan daerah perlintasan. Konawe perlintasan dari Makassar, sedang Konut perlintasan menuju Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Untuk Lakantas, tahun lalu satu kejadian dan meninggal dunia. Untuk tahun ini, tiga kejadian, semuanya hanya luka ringan,” kata IPTU Arifin, Rabu (6/11/2019).

IPTU Arifin menyebutkan, selama 14 hari Operasi Zebra ini diupayakan meningkatkan kesadaranĀ berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalulintas.

Untuk pengendara di bawah umur, diberikan sosialisasi tersendiri. Meski diakuinya, masih banyak orang tua yang membebaskan anak mereka mengendarai kendaraan sendiri, khususnya di waktu-waktu sekolah.

“Kendalanya, belum ada kendaraan umum untuk anak sekolah. Harapan kita Pemda bisa adakan. Pelanggar di bawah umur ada dikarenakan orang tua tidak bisa terus-menerus mengantar mereka ke sekolah, akhirnya berkendara sendiri,” ujarnya.

Untuk diketahui, ada delapan sasaran operasi Zebra Anoa 2019 yakni surat-surat kendaraan, penggunaan helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan safety belt. (Red)