Beranda Lainnya Opini Pandemi Covid-19 Memicu Peningkatan Mahasiswa untuk Memilih Cuti

Pandemi Covid-19 Memicu Peningkatan Mahasiswa untuk Memilih Cuti

318

Saat ini sebagian mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dilanda kebingungan yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak dengan adanya Pandemi Covid-19 ini juga berdampak besar bagi mahasiswa, bukan hanya pola belajar maupun ujian bagi mahasiswa akhir yang harus berbeda. Mereka juga harus dilanda kecemasan untuk melanjutkan pendidikan mereka di bangku perkuliahan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa semenjak hadirnya Covid-19 atau yang dikenal dengan sebutan Corona, membuat perubahan yang sangat luar biasa yang sebelumnya tak pernah diduga.

Perekonomian masyarakat yang makin menurun membuat mereka semakin kesulitan untuk memikirkan hal tersebut. Dimana masyarakat yang terkena dampak dari corona harus menerima jika anaknya yang menempuh pendidikan dibangku perkuliahan juga harus terancam untuk berhenti sementara (Cuti) dikarenakan pendapatan mereka yang sangat menurun dan tidak dapat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

Nah tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya mahasiswa untuk memilih berhenti sementara (Cuti) apalagi didukung dengan kondisi yang belum normal  dan jadwa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang akan hadir tidak lama lagi. Hal inilah yang menjadi kecemasan sebagian mahasiswa saat ini.

Banyak orang tua dari mahasiswa yang sedih dan harus rela dengan situasi yang dihadapi,  mereka dilanda kecemasan yang bertubi-tubi,  selain memikirkan kebutuhan mereka sehari-hari yang kian semakin sulit mereka juga harus pusing dengan kondisi pendidikan anak mereka yang terancam untuk berhenti sementara.

Padahal tidak sedikit dari mereka mempunyai impian untuk anaknya dapat kuliah dengan cepat dan mendapatkan nilai yang memuaskan bagi mereka. Namun kini harapan mereka yang begitu mulia untuk anaknya bisa jadi tidak akan terkabulkan jika mereka masih tidak dapat membayar kewajiban mereka yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

Mereka yang sudah terlanjur berada di kondisi yang sangat sulit ini hanya bisa terus berharap dan berdoa untuk masa depan anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan. Bahkan ada sebagian dari orang tua mahasiswa dengan sepenuh hati berharap ada kebijakan dari tempat pendidikan anaknya (Kampus) mengenai Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sehingga dapat meringankan beban dan kecemasan yang dirasakan sebagian orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19.

Saya sendiri sebagai penulis juga merasakan hal tersebut, dimana saya sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Banyak sekali perubahan yang terjadi semenjak pendemi Covid-19, proses belajar yang dulunya harus datang ke kampus menerima materi dari dosen dan bertemu sapa dengan teman-teman kini belum bisa dirasakan lagi. Bahkan saat ini tidak sedikit saya mendengarkan berbagai curhatan keluh kesah dari teman-teman mahasiswa yang mencemaskan diri mereka jika benar-benar harus berhenti kuliah untuk sementara waktu (Cuti) dikarenakan kondisi keuangan keluarga mereka yang sangat tidak mendukung.

Bahkan untuk makan sehari-hari mereka

saja sangat susah, apalagi ada sebagian orang tua mahasiswa yang sebelumnya ayahnya bekerja kini harus berhenti bekerja karena di PHK dan ibu mahasiswa yang berdagang harus menerima kini jualannya tidak selaris dan ramai seperti dulu karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Mereka yang dulu tidak pernah mencemaskan dan mengeluh mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya kini harus memikirkan hal tersebut.

Sehingga terkadang muncul pertanyaan didalam benak saya, apakah salah sebagian orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19 yang pendapatan mereka tidak menentu menjadi mengeluh dan cemas dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya yang tidak lama lagi akan dibayar, dan apakah salah jika orang tua mahasiswa berharap ada kebijakan yang bisa meringankan beban mereka?

Nah itulah yang dirasakan oleh orang tua mahasiswa dan mahasiswa sendiri dalam kondisi sulit saat ini, yang dimana diperkirakan saat ini akan terjadi peningkatan angka mahasiswa yang memilih  berhenti kuliah sementara (Cuti) disaat Pandemi Covid-19. (*)

 

Nur Wulan sari
Kendari 25 Mei 2000
Mahasiswa IAIN Kendari