Beranda Kampung Ekonomi Pedagang Protes Rencana Penertiban Lokasi Teluk Kendari

Pedagang Protes Rencana Penertiban Lokasi Teluk Kendari

256
Para pedagang kaki lima saat memprotes kepada Satpol PP Kota Kendari

Ibu Kota
Kendari, – Rencana penertiban pedagang kaki lima disekitaran teluk Kendari dari pihak Satpol PP Kota Kendari mendapat penolakan, ini disampaikan para pedagang saat sosialisasi dalam sebuah pertemuan bersama di Kantor Walikota, Selasa (12/9).

Nurdin salah seorang pedagang, mengatakan sangat menyayangkan pemerintah yang secara langsung akan memutus usaha ekonomi yang selama ini menjadi sumber pendapatan harian mereka. Hingga untuk relokasi dari lokasi yang dinilai bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) sangat mereka butuhkan

“Kami mendukung pemerintah kalau itu memang aturan namun apakah dengan pembongkaran ini bisa akan lebih bersih, tertib, indah. Jangan sampai pedagang akan kembali menjual dibahu jalan,” kata Nurdin

Kepala Satpol PP Kota Kendari, Amir Hasan

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Kendari, Amir Hasan, mengungkapkan, pihaknya tidak akan menggusur secara keseluruhan bangunan milik pedagang yang banyak berjualan disekitaran teluk Kendari.

Namun untuk penegakan Perda tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) pihaknya hanya akan membongkar bangunan yang ditempatkan diatas laut.
Yang biasa digunakan untuk penyimpanan barang para pedagang jagung, ataupun juga kafe karaoke.

“Karena ini jelas-jelas melanggar perda no 10 tahun 2015,” ungkap Amir.

Satpol PP melakukan sosialisasi kepada pedagang kaki lima di Kantor Walikota Kendari

Untuk sementara pedagang akan diberi waktu hingga tanggal 24 September mendatang. Setelahnya pihak satpol PP akan mulai melakukan pembongkaran untuk penertiban.

“Olehnya saya mengharapkan para pemilik dapat membongkar sendiri bangunan tambahan yang berada diatasnya laut tersebut,” jelas Amir.

Dari hasil pertemuan sementara.sebagian pemilik dan pedagang yang akan menjadi sasaran penertiban hanya sebagian besar yang menandatangani kesepakatan bersama, sebab yang lain bingung akan pindah kemana jika nantinya jadi ditertibkan.(KS/Eko)