Beranda Lainnya Lipsus Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Konawe

Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Konawe

615
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat melantik 123 Kepala Desa (Kades) terpilih di Gedung Wekoila Kabupaten Konawe.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat melantik 123 Kepala Desa (Kades) terpilih di Gedung Wekoila Kabupaten Konawe.

UNAAHA, – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melantik serentak 123 Kepala Desa (Kades) terpilih se-Kabupaten Konawe. Pelantikan digelar di Gedung Wekoila Kabupaten Konawe, Senin (10/2/2020).

Para kades yang dilantik ini merupakan hasil pemilihan kades serentak pada 12 Desember 2019 di 27 kecamatan. Dari seluruh desa yang melaksanakan Pilkades, 95 persen karena habis masa jabatan, sementara sisanya sebagai desa baru.

Pelantikan ditetapkan berdasarkan keputusan Bupati Konawe melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Konawe.

Selain Bupati, hadir dalam pelantikan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, Sekda Konawe Ferdinan, Kapolres Konawe AKBP Susilo Setiawan, Pabung Korem 147 Mayor Petrus, Kajari Konawe Irwanudin Tajudin, Kepala Pengadilan Konawe dan Pengadilan Agama Konawe.

Bupati Konawe, Kery dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati, Gusli mengatakan agar para kades yang telah dilantik menyinerginkan programnya dengan program unggulan milik Pemda Konawe, dengan menargetkan kemakmuran masyarakat.

Kata Gusli, pelantikan ini diharap menjadi satu momentum yang akan membuka pintu takdir kemakmuran masyarakat Kabupaten Konawe yang kedua.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat melantik 123 Kepala Desa (Kades) terpilih di Gedung Wekoila Kabupaten Konawe.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat melantik 123 Kepala Desa (Kades) terpilih di Gedung Wekoila Kabupaten Konawe.

Gusli kemudian membeberkan visi yang seharusnya menjadi tujuan dari pelaksanaan pemerintahan tingkat desa, kelurahan, kecamatan maupun daerah. Visi ini merupakan keinginan Bupati Kery saat akan mencalonkan diri sebagai Bupati di tahun 2013 lalu.

“Visi pertama ialah apakah masyarakat sudah makan? masyarakat sudah berpendidikan dan masyarakat sudah sehat?” ucap Gusli.

“Subtansi pertama, sehebat, sepintar, sekuat apapun kalau orang belum makan semua sia-sia. Kedua, apakah masyarakat sudah sehat? Berpendidikan, jabatan dan imana yang bagus kalau sakit, tidak berguna apa-apa. Ketiga, ialah mengimbangi kedua visi sebelumnya, jika suda makan, sudah sehat maka saatnya diisi dengan pendidikan,” terang Gusli.

Guna menyukseskan visi itu, Pemda Konawe melalui program KSK-GTS saat ini telah menyiapakan tiga program pokok yaitu pmbangunan sektor industri pertanian, industri peternakan, dan industri sektor perikanan. Ketiganya ditarget meingkatkan sektor ekonomi masyarakat Kabupaten Konawe.

Pemasangan PIN oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa kepada kepala desa terpilih.
Pemasangan PIN oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa kepada kepala desa terpilih.

Gusli kemudian menyampaikan keberhasilan KSK-GTS saat ini. Pemerintah desa pun diberi tugas menargetkan pembangunan ekonomi kerakyatan masyarakat desa. Sebab, desa menjadi sentra penilaian kesejahteraan dan kemakmuran suatu daerah.

Capaian kedua, bidang kesehatan dengan penyediaan rumah sakit terakreditasi pelayanan Paripurna bintang lima. Perdana di seluruh kabupaten di Sultra. Pemerintah desa pun diminta ikut mendukung program kesehatan ini.

Ketiga, pendidikan. Pemda Konawe telah memberikan standar kepada setiap sekolah agar tahun 2023, seluruh sekolah di Konawe sudah harus terakreditasi A. Tujuannya agar terjadi pemerataan pembangunan sektor pendidikan diseluruh pelosok daerah.

“Intinya, bagaimana kemakuran ini harus dinikmati seluruh pelosok masyarakat kita di negeri para leluhur tanah kerinduan,” ujar Gusli.

Pemasangan PIN oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara kepada kepala desa terpilih.
Pemasangan PIN oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara kepada kepala desa terpilih.

Terakhir, Gusli menekankan pentingnya peran wanita dalam pelaksanaan pemerintahan desa. Untuk itu, pemdes mengalokasikan dana desa untuk pemberdayaan ibu-ibu PKK.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gusli mengucapkan selama kepada para kadea yang telah dilantik dan berharap semuanya menjalan tugas dan kewajibannnya secara baik. (*)