Beranda Lainnya Advertorial Pemda Konawe Bersama PT VDNI dan OSS Teken MoU, Perekrutan Karyawan Dilakukan...

Pemda Konawe Bersama PT VDNI dan OSS Teken MoU, Perekrutan Karyawan Dilakukan Pemerintah

66
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (tengah) bersama HRD PT VDNI, Ahmad Saekuzen (kiri) dan Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto dalam acara penandatangan MoU di kantor PT VDNI

UNAAHA, – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Senin

(6/7/2020). Dalam penandatanganan MoU tersebut Wakil Bupati Gusli Topan Sabara didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kesempatan tersebut Gusli mengatakan, hubungan industrial yang dibangun antara pemerintah dan PT VDNI dan PT OSS yakni jika tidak terjadi kesepakatan antara karyawan dan pihak perusahaan, maka mereka cukup selesaikan secara prepartif.

Jika secara prepartif tidak diselesaikan maka sesuai peraturan per undang – undangan pemerintah daerah harus masuk yaitu peran pemerintah. Dalam prepartif itu ada buruh, kemudian ada karyawan dan pihak perusaaan dan Pemerintah Daerah.

“Dengan adanya MoU ini, bukan berarti kita mengambil alih tugas HRD perusahaan, tetapi membantu tugas HRD dalam penerimaan tenaga kerja lokal (TKL) yang akan bekerja di Morosi,” tutur Gusli

Gusli juga mengatakan kurang lebih lima ribu karyawan yang akan di terima dengan lima spesifikasi yaitu 500 tenaga mekanik, driver 1000 orang,operator cram 500 orang, kru smelter 2500, translator dan administrator 500 orang dan setelah di kualifikasikan ada 2500 orang tenaga kerja non skill dan 2500 orang tenaga kerja skill yang dibutuhkan.

Pembagian klaster zona penerimaan TKL yang akan bekerja di mega industri tersebut yakni Zona satu yaitu Morosi, Bondoala, dan Kapoiala. Zona dua yaitu dari Kecamatan Soropia sampai Wonggeduku. Zona tiga dari Wawotobi Sampai Routa.

Zona empat Kabupaten daratan yang berada di Sultra. Zona kelima Kabupaten Kepulauan yang berada di Sultra. Zona keenam se-Sulawesi. Zona ketujuh adalah seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Proses penandatangan MoU oleh pihak Pemda Konawe diwakili Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan sabara dan General Affair VDNI dan OSS, Yin Xing Hui dan HRD perusahaan, Ahmad Saekuzen.

Kata dia, Pemda juga telah membentuk tim tekhnis yang melibatkan POLRI dan kejaksaan untuk menghindari kemungkinan adanya pungli terkait penerimaan tenaga kerja lokal di PT VDNI dan PT OSS. Kerjasama ini akan berjalan selama setahun dan untuk selanjutnya akan dikondisikan apakah semua berjalan dengan baik seperti yang diharapkan pemda Konawe, dan Penerimaan karyawan ini bersifat organic.

Sementara PT. VDNI dan PT. OSS sangat berterima kasih kepada Pemda Konawe atas kerjasama terkait penerimaan TKL yang akan bekerja di perusahaan tersebut.

Pihak perusahaan juga mengatakan pihak karyawan organic yang berada di PT OSS sudah mencapai 8000 lebih karyawan dan untuk PT. VDNI sudah mencapai 7000 karyawan dan itu belum termasuk karyawan dari kontraktor yang mencapai belasan ribu dan total keseluruhan mencapai 30.000an dan itu semua tenaga kerja lokal Indonesia.

Menurut pihak perusahaan baik PT. VDNI atau OSS sendiri menjelaskan diantara 30.000 TKL itu, pihak perusahaan masih akan menerima TKL dalam skala besar. Jika pembuatan smelter OSS sudah terbangun semua, maka penyerapan TKL akan lebih banyak. Mengenai kontraktor yang sudah bekerjasama kepada pihak perusahaan, pasti akan menyerap juga karyawan.

Perekrutan Tenaga Kerja di VDNI dan OSS Diawasi Tim Saber Pungli

Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe bersama PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainlies Stell (OSS) sepakat menjalin kerjasama dalam perekrutan 5.000 tenaga kerja. Kerjasama itu tertuang dalam nota kesepahaman atau MoU kedua belah pihak yang ditandatangani, di kantor PT VDNI.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara hadir sebagai perwakilan Pemda dalam penandatanganan MoU tersebut. Ia turut didampingi Kapolres Konawe, APBK Yudi Kristanto, SIK dan Kajari Konawe, Irwanuddin Tajuddin, SH., MH dan Pengacara Pemda Konawe, Muh. Iqbal.

Semntara dari perwakilan perusahaan, turut hadir dan bertandatangan General Affair VDNI dan OSS, Yin Xing Hui dan HRD perusahaan, Ahmad Saekuzen.

Pada kesempatan itu, Kajari mengungkapkan, kalau MoU sudah ada maka model perekrkutan nantinya sudah harus berbeda. Tidak boleh lagi ada pungli di lapangan.

“Karena ini sudah ada MoU, sudah ada ikatan batin. Hal hal semacam pungli sudah harus kita awasi bersama. Miris saya dengar warga Lambuya datang mendaftar di sini, tapi dimintai uang juga. Padahal mereka juga warga Konawe yang ingin mencari hidup di sini,” jelas Irwanuddin.

Hal senada juga diungkapkan, Kapolres Konawe. Ia berharap semua pihak bisa satu suara dalam memperbaiki sistem perekrutan di VDNI dan OSS. Jangan lagi, kebijakan strategis dari pusat ini, menjadi masalah ketika turun ke daerah.

“Apaun kebijakan pusat kita dukung dan harus kita awasi bersama. Kita harus satu suara tidak ada lagi pungli,” tegas Yudi.

Sementara itu Wabup Konawe menuturkan, penerimaan karyawan di VDNI dan OSS mulai saat ini harus akuntabel dan transparan. Tidak boleh lagi ada permainan dan pembayaran 3 sampai 5 juta.

“Di sini ada Kapolres mewakili Kepolisian RI. Ada Kejari yang mewakili Kejagung. Semua sudah ada perwakilan. Kita ingin betul-betul putus mata rantai pungli ini, supaya perekrutan tenga kerja, bisa bermanfaat untuk masyarakat Konawe dan Indonesia psda umumnya,” terang Gusli.

Menurut Gusli, pihaknya akan membuat tim teknis terkait perekrutan karyawan di VDNI dan OSS. Tim tersebut akan dikawal langsung oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Polisi dan Jaksa.

“Tim saber (sapu bersih) pungli akan kita fungsikan dalam perekrutan tenaga kerja di VDNI dan OSS,” jelasnya.

Terkait keberlanjutan MoU dengan VDNI dan OSS, Gusli menambahkan bahwa kerja sama itu akn berlangsung selama setahun. Jika memang nantinya masih dibutuhkan oleh pihak perusahaan, maka kerja sama akan tetap dilanjutkan.

“Tapi kalau perekrutannya sudah bagus dan tidak ada masalah, biar perusahaan saja tangani,” tambahnya.

Sementara itu, General Affair VDNI dan OSS, Yin Xing Hui menuturkan, ia berharap rekrutmen tenaga kerja bisa berjalan dengan baik dan terarah. Ia berterimakasih karena sudah mendapat dukungan dari Pemda Konawe.

Yin juga menerangkan, bahwa saat ini ada 8.000 karyawan lokal yang bekerja di OSS dan 7.000 VDNI. Totalnya mencapai lima belasan ribu. Belum lagi karyawan dari kontraktor mitra perusahaan yang jumlahnya juga hampir sama. Sehingga total mencapai tiga puluhan ribu.

“Jumlah ini belum sepenuhnya menunjang perusahaan, sehingga kami masih akan merekrut lebih besar lagi kalau smleter (OSS) sudah jadi. Begitu pun dengan kontraktor mitra peruaahaan,” pungkas Yin melalui translatornya, Maimun. (Red)