Beranda Lainnya Lipsus Pemda Konawe Serahkan Mobil Transportasi Perdesaan ke 12 Desa

Pemda Konawe Serahkan Mobil Transportasi Perdesaan ke 12 Desa

177
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe, Wayung Lasandara saat menyerahkan secara simbolis kunci dan dokemen kendaraan transportasi perdesaan ke pengurus BUMDes.

UNAAHA, – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Rabu (6/2/2019) secara simbolis menyerahkan 12 unit mobil Transportasi Perdesaan ke 12 desa penerima.

Mobil ini merupakan program pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2018 melalui dana alokasi khusus (DAK).

Kepala Dishub Konawe, Wayung Lasandara mengatakan, mobil yang disalurkan itu akan diberikan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola.

“Mobil ini dihibahkan ke BUMDes untuk dikelola dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Penggunaannya akan dilaporkan setiap bulan,” kata Wayung Lasandara dalam acara penyerahan, di halaman kantor Bupati Konawe.

Dinas Perhubungan Konawe
Kadis Perhubungan Konawe, Wayung Lasandara (kiri kedua) fose bersama usai penyerahan kendaraan desa di halaman kantor Bupati Konawe.

Untuk mendapatkan transportasi perdesaan ini, diterangkan Wayung, desa-desa yang masuk kategori tertinggal berdasarkan data Bawasda itu diseleksi secara khusus.

“Data penerima ini diseleksi kemudian berdasarkan data Bawasda melalui penilain BUMDes oleh DPMD kemudian diserahkan ke Bupati untuk disetujui,” jelas Wayung.

Disebutkan, diantara para BUMDes yang menerima kendaraan ini adalah BUMDes Massempodalle di Desa Mendikonu, Kecamatan Amonggedo dan BUMDes Wonua Mandara, Kecamatan Pondidaha.

Diungkapkan Wayung, mobil transportasi perdesaan ini diberikan pada Konawe karena statusnya yang masih dalam kategori daerah tertinggal tahun 2018 meski pada akhirnya tahun 2019 ini sudah tidak masuk kategori lagi.

Wayung Lasandara
Kepala Dinas Perhubungan Konawe, Wayung Lasandara

Namun, direncanakan Konawe masih akan mendapatkan penambahan lagi kendaraan serupa tahun 2019 ini sebanyak 4 unit.

Selanjutnya, kata Wayung, mobil-mobil yang diserahkan itu sifatnya sebagai transpotasi umum sehingga akan ada tarif dalam setiap pengunaannya. Tarifnya akan menyesuaikan dengan tarif angkutan pada umumnya.

“Hasilnya masuk ke BUMDes untuk ke Kas desa. Pada akhirnya digunakan juga untuk kepentingan desa,” pungkas Wayung. (Red)