Beranda Lainnya Kesehatan Penjelasan Direktur BLUD RS Konawe Soal Pemotongan Honor

Penjelasan Direktur BLUD RS Konawe Soal Pemotongan Honor

151
Direktur BLUD RS Konawe, dr. Agus Lahida saat memberikan keterangan tentang pemotongan gaji honorer.

UNAAHA, – Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Konawe, dr. Agus Lahida menjawab polemik pemotongan honor sejumlah pegawai honorernya. Terlebih dahulu ia mengakui benar ada pemotongan yang dimaksudkan.

Sebelumnya, beredar keluhan sejumlah pegawai honorer yang mengeluhkan potongan honor mereka. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp400-an ribu hingga Rp600-an ribu.

Menanggapi hal itu dr. Agus menyatakan ada aturan yang sebelumnya telah ditetapkan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan sistem kerja dalam BLUD RS Konawe. Secara tegas ia menyampaikan bahwa memang honorer yang terkena pemotongan akibat tidak menjalankan tugas.

Hal ini, kata dia, mengacu pada ketentuan absensi menggunakan sistem sidik jari elektronik, yang mencatat bahwa para honorer dimaksud memang tidak hadir berdasarkan data absensi tadi.

Pemberlakuan absensi sendiri dimulai jam masuk pukul 07.50 Wita dan diakhiri jam pulang pada pukul 13.00 Wita.

“Kalau absensi diluar jam itu maka otomatis tidak akan terbaca lagi dengan sistem, sehingga statusnya tidak hadir menjalankan tugas,” papar dr. Agus saat ditemui Rabu (23/1/2019).

Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Direktur, dijelaskannya, pegawai yang tidak masuk maka akan dikenakan potongan 4 persen, sedang urusan penting lainnya seperti untuk keluarga dikenakan potongan 2 persen.

“Aturannya sudah ada sejak dua tiga tahun lalu, itu tertuan dalam SK direktur bahwa kalau tidak hadir maka dipotong 4 persen,” ujarnya.

Tetapi, dr. Agus berjanji akan menuntaskan persoalan ini, seperti dikatakan adanya dugaan kerusakan sistem absensi, ia menyatakan telah memanggil ahli untuk memeriksa apa benar dugaan itu atau tidak.

Selanjutnya jika memang diketemukan ada masalah dalam sistem itu, dirinya menjamin akan membayarkan penuh gaji honorernya.

“Tadi sudah ada orang IT kami suruh datang periksa. Kalau IT nya bagus maka yang masalah orangnya, kalau IT rusak berarti orangnya tidak bermasalah, kami harus ganti,” katanya.

Ia pun mengingatkan, agar persoalan pemotongan tidak dibesarkan sebagai indikasi lain. Apalagi tudingan soal indikasi penyelewengan dana.

“Kita di sini transaksi non tunai, tidak ada yang perlu diragukan. Kalau kami potong, uangnya tidak ke Agus Lahida. Uang ditarik dan dikirim ke rekeningnya sudah dengan pemotongannya,” ucapnya.

Sebagai informasi, total ada 624 pegawai yang 392 diantaranya adalah honorer di BLUD RS Konawe. Mereka sendiri digaji berdasarkan absensi Rp60 ribu perhari, ditanggung BPJS dan jaminan hari tua. (Red)