Beranda Lainnya Advertorial Pergantian Estafet Kepemimpinan DPRD Konawe, Satu Misi Melanjutkan Pembangunan Konawe

Pergantian Estafet Kepemimpinan DPRD Konawe, Satu Misi Melanjutkan Pembangunan Konawe

199
Penyerahan palu sidang oleh Ketua DPRD lama, Gusli Topan Sabar kepada Ketua DPRD yang baru, H. Ardin
Penyerahan palu sidang oleh Ketua DPRD lama, Gusli Topan Sabar kepada Ketua DPRD yang baru, H. Ardin.

PARIWARA
Tonggak Kepemimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe berganti. Dari dipimpin Gusli Topan Sabara kini tongkat itu diberikan kepada H. Ardin yang tak lain merupakan Ketua Komisi A DPRD Konawe dibawah panji yang sama yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Pergantian Tongkat Estafet ini ditandai melalui rapat paripurna istimewa DPRD Konawe tentang Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Ketua DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa jabatan 2014-2019 di Aula Gedung DPRD Konawe, Kamis (25/1/2018). Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Konawe sebelumnya, Gusli Topan Sabara serta dihadiri oleh hampir seluruh angota legislatif.

PAW Ketua DPRD Konawe ini berdarkan surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 74 Tahun 2018 tentang Pengangkatan PAW Ketua DPRD Konawe sisa jabatan 2014-2019, usai Gusli Topan Sabara ditarik mundur sebagai ketua karena mengikuti kontestasi Pilkada di Kabupaten Konawe yang maju sebagai Bacalon Wakil Bupati.

Hadir juga Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Sekretaris Daerah Konawe, H. Ridwan Lamaroa, Segenap Pimpinan SKPD / Instansi / Lembaga Lingkup Pemda Konawe, TNI/Polri, Akademisi, Pimpinan Parpol, dan segenap masyarakat.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah Ardin sebagai Ketua DPRD baru dilakukan langsung oleh Kepala Pengadilan Negeri Konawe, Hasanuddin dan Kemenag Kabupaten Konawe. Usai pengambilan sumpah, ketua lama menyerahkan palu sidang ke ketua baru. Meski berjalan khitmad, suasana haru terasa dalam proses pelantikan tersebut, sejumlah anggota dewan pun terlihat haru.

Saat memberikan sambutannya, Ketua DPRD Konawe sebelumnya, Gusli Topan Sabara memberikan penjelasan tentang mekanisme pergantian pucuk pimpinan DPRD Konawe di internal Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia juga memberikan beberapa pesan kepada rekan separtainya, Ardin, berupa petuah-petuah tua tanah Konawe. Gusli berharap, Ardin bisa diterima dan menjalankan tugasnya dangan baik dalam menuntaskan program yang belum sempat terselesaikan di masa jabatannya.

Gusli juga tak lupa mengucapkan pamit, karena tidak lama lagi dirinya akan mundur secara permanen dari kursi legislator. Ia bakal mengikuti kontestasi Pilkada Konawe mendampingi Kery Saiful Konggoasa.

“Kita berharap, semoga saudara saya Ardin bisa melanjutkan estafet kepemimpinan untuk DPRD Konawe yang lebih bermartabat,” jelas Gusli.

Pengambilan Sumpah Ketua DPRD Konawe yang baru, H. Ardin oleh Kepala Pengadilan Negeri Konawe, Hasanuddin di Aula Kantor DPRD Konawe
Pengambilan Sumpah Ketua DPRD Konawe yang baru, H. Ardin oleh Kepala Pengadilan Negeri Konawe, Hasanuddin di Aula Kantor DPRD Konawe

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam sambutannya menyampaikan, bahwa baik ketua lama maupun yang baru adalah kader terbaik Konawe, sehingga pergantian tersebut tidak menjadi alasan perpecahan.

Pergantian itupun dinilainya hanya simbol karena kualitas dan bakti mereka dalam membangun kabupaten Konawe sudah tak diragukan dan sama-sama sebagai penyumbang ide pemerintah selama ini.

“Kita harapkan sinergitas yang maksimal mampu bertahan seterusnya antar Pemerintah Daerah dan DPRD dalam membangun daerah.” kata Kery Saiful Konggoasa yang diselingi dengan tangis haru seisi ruangan Aula DPRD Konawe.

“Mereka adalah putra terbaik Konawe yang punya misi dan ambisi membawa kabupaten Konawe mencapi titik pembangunan yang diharapkan masyarakat. Pergantian ini tidak menandakan apapun, hanya simbolis, tapi membangun Konawe masih menjadi tugas mereka berdua,” ujar Kery Kery Saiful Konggoasa

Sementara itu, Ardin dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang menyaksikan pelantikannya. Tak lupa, ucapan yang sama disampaikannya kepada ketua sebelumnya.

“Kami meminta kerjasama dari seluruh aspek lapisan untuk kita sama-sama membangun daerah yang sama-sama kita cintai ini untuk yang lebih baik.” kata Ardin.

Selanjutnya H. Ardin menyampaikan, di masa sisa jabatan sebagai pimpinan yang baru dirinya akan melanjutkan semua program–program yang sudah ditetapkan oleh pimpinan sebelumnya yang mempunyai manfaat kebaikan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Konawe.

“Dengan sisa masa jabatan yang tinggal 2 tahun, tentunya saya akan mengajak semua anggota DPRD Konawe untuk duduk bersama – sama, menyatukan perbedaan untuk melahirkan suatu keputusan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Konawe,” katanya.

Gusli Topan Sabara sesaat sebelum pergantian dirinya saat memimpin rapat Paripurna Istimewa peresmian dan pengucapan sumpah Ketua DPRD Konawe oleh H. Ardin.

“Kita satukan persepsi. Kalau ada yang kemarin-kemarin masih mengganjal di hati, kami ingin rangkul kembali dan kita tuntaskan pekerjaan yang ada,” jelas Ardin dalam sesi wawancara bersama awak media.

Sebagai catatan, di masa kepemimpinan Gusli topan Sabara mencetuskan ide tentang Resolusi Revitalisasi Birokrasi, Revitalisasi Produk Hukum dan Revitalisasi Infrastruktur atau 3R. Ini dicetuskan ungtuk menepis anggapan miring masyarakat selama soal mereka tentang perilaku anggota legislatif yang hanya datang, duduk, diam, dengar dan duit atau 5D.

Revitalisasi pertama adalah Revitalisasi Birokrasi pendukung dari pada DPRD yaitu kesekretariatan DPRD. Untuk poin ini, DPRD telah melaksanakannya dengan menyesuaikannya pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016 Tentang Lembaga Daerah dan telah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

Kemudian, revitasisasi kedua yaitu revitalisasi produk hukum DPRD. Pada poin inipun DPRD kini telah mengesahkan beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi nilai plus karena dari beberapa Perda ini, sebagian besar adalah hasil inisiatif dewan. Selain itu, pemerintahan tak lagi hanya dijalankan eksekutif tapi kini dibantu legislatif.

Yang ketiga adalah revitalisasi Infrasruktur pendukung daripada seluruh kegiatan DPRD. Diharapkan dengan selesainya seluruh revitalisasi infrastruktur pendukung, DPRD dapat berbenah dalam segala hal, berbenah birokrasinya, berbenah masalah produk hukum dan berbenah masalah falisitasnya dan bisa memberikan kenyamanan bukan kepada DPRD tetapi kenyamanan kepada masyarakat. (*)