Beranda Lainnya Advertorial Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Konawe Tertinggi di Sultra

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Konawe Tertinggi di Sultra

671
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara

UNAAHA, – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe menurut kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) alami peningkatan. Di tahun 2019, ekonomi Konawe bertumbuh di angka 9,2 persen. Meningkat 3,09 persen dari sejak tahun 2015.

Data pertumbuhan ekonomi ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Konawe tahun 2020 dalam katalognya berjudul Kabupaten Konawe dalam Angka: Penyediaan Data untuk Perencanaan Pembangunan.

Adapun pertumbuhan ekonomi yang dicatat BPS yakni dari tahun 2015 s.d. tahun 2019. Angka pertumbuhan ini membandingkan lima belas kabupaten dan dua kota di Sultra.

Tercatat, angka pertumbuhan ekonomi Konawe di tahun 2015 sebesar 6,11 persen, lalu di tahun 2016 5,53 persen, tahun 2017 5,21 persen, tahun 2018 berjumlah 7,44 persen, dan di tahun 2019 sebesar 9,20 persen.

Pertumbuhan ekonomi Konawe ini mulai terasa di tahun 2018 yang meningkat 2,23 persen dari tahun 2017, usai dari tahun 2015 hingga 2017 mengalami kondisi stagnan.

Pertumbuhan ini mendorong Konawe melampaui Kota Kendari yang tahun ini hanya di angka 6,66 persen, disusul Kabupaten Konawe Kepulauan sebesar 6,36 persen.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat ditemui mengatakan, capaian ini merupakan hasil kerja pemerintah daerah selama ini terlebih Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

Sumber: BPS Konawe

Kata dia, melihat terobosan yang dilakukan pemerintah khususnya Bupati angka ini sudah sewajarnya diraih Konawe. Terlebih target pemerintah daerah Konawe adalah menjadi kabupaten dengan angka pertumbuhan tertinggi di Sultra.

Untuk sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi ini dijelaskan Gusli datang dari sektor pertanian yang menyumbang angka pertumbuhan tertinggi sebesar 35 persen, kemudian disusul sektor peternakan dan sektor lainnya.

“Ini merupakan gambaran dari kemampuan ekonomi masyarakat kita secara luas, bagaimana ekonomi masyarakat kita terus alami peningkatan secara terstruktur,” kata Gusli.

Gusli lalu membeberkan cara Pemda Konawe mendongkrak angka pertumbuhan itu. Menurutnya, sebelum menetapkan anggaran APBD tahun 2019, bupati telah menetapkan 5 parameter diantaranya menetapkan angka pertumbuhan 10 persen.

“Sebenarnya angka pertumbuhan kita itu sekitar 2 dijit atau 10 persen lebih, tetapi karena kemarin kita terkena bencana banjir sehingga ada penurunan. Tapi, Alhamdulillah hanya turun 0,8 persen,” ujar Gusli.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat meninjau lokasi Konawe Expo ke-60 tahun.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat meninjau lokasi Konawe Expo ke-60 tahun.

Lalu parameter kedua yakni pengangguran, yang menurutnya lagi juga turun drastis. Lalu ketiga, angka kemiskinan yang turun 3 persen.

Selanjutnya inflasi. Kata Gusli, inflasi menjadi perhatian utama lainnya mengingat pertumbuhan ekonomi turut jadi parameter perekonomian suatu daerah. Sehingga inflasi turut dijaga agar minat belanja masyarakat tetap tinggi untuk mendorong laju ekonomi daerah.

Terakhir, kesenjangan sosial. Guna menyesaikan persoalan ini, Pemda Konawe telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Kemiskinan.

“Tujunnya untuk menjaga agar tidak terjadi kesenjangan. itu penting agar jurang kemiskinan tidak melebar karena adanya disparitas,” pungkas Gusli. (Red)