Beranda Lainnya Lipsus Polisi Tegaskan Tak Beri Izin dan Melarang Event Trail Adventure Ahuawali

Polisi Tegaskan Tak Beri Izin dan Melarang Event Trail Adventure Ahuawali

389
Potongan pamplet Trail Adventure Jelajah Wisata Alam Kecamatan Puriala bertajuk Merah Putih Puncak Ahuawali.

UNAAHA, – Event Trail Adventure Jelajah Wisata Alam Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, Sabtu (12/9/2020) ditegaskan aparat kepolisian Polres Konawe tidak memiliki izin kegiatan dan melarang aktivitas tersebut.

Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto dalam keterangannya menyatakan, sebelum pelaksanaan kegiatan bertajuk lintas merah putih Puncak Ahuawali pihaknya telah memanggil pihak panitia. Dalam pertemuan itu kepolisian menegaskan untuk menghentikan pelaksanaan kegiatan.

“Tapi panitia tetap ngotot dengan alasan ada rekom dari gugus covid, karena itu saya segera telefon Sekda untuk mencabut rekom tersebut dan segera dilakukan pencabutan,” kata AKBP Yudi dalam keterangan tertulisnya melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu (12/9/2020).

Mengetahui hal itu, lanjutnya, ia lalu berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Covid-19 Konawe untuk mencabut izin rekomendasi yang maksud. Gugus Tugas pun kemudian mencabut rekomendasi tersebut yang ditanda tangani oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Konawe drg. Mawar Taligana dengan nomor surat 008/1320/2020 perihal pembatalan rekomendasi izin.

AKBP Yudi Kristanto pun menyanyangkan atas kondisi ini mengingat di tengah upaya pihak kepolisian lingkup Polres Konawe dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Konawe.

“Intinya peran Polri akan saya laksanakan semaksimal mungkin. Tapi ini tidak cukup, harus semua stakeholder bersama-sama sesuai perannya masing-masing,” ujarnya.

Adapun upaya pelarangan yang dilakukan pihak Polres Konawe diterangkan AKBP Yudi, pasca keluarnya surat pembatalan rekomendasi event Polres Konawe lalu perbanyak surat rekomendasi tersebut dan menyebarkan di beberapa pintu masuk di wilayah kabupaten Konawe.

“Hingga pukul 22.00 Wita peserta dari luar masih kita tahan. Namun terjadi provokasi dari panitia untuk menerobos barikade Polsek Lambuya dan perkuatan dari Polres (Sabhara dan Lantas),” kata AKBP Yudi.

Upaya penghalauan pun gagal akibat situasi yang memanas. Kepolisian mengakui sempat akan dilakukan pengamanan terhadap pihak-pihak yang diketahui melawan, namun dikhawtirkan terjadinya keributan. AKBP Yudi pun mengaku kecewa dengan upaya yang mereka lakukan seakan tak mendapat dukungan.

“Disini saya menilai seolah-olah Polri bergerak sendiri. Ini bukan pekerjaan Polri sendiri tetapi semua unsur tertinggi harus mendukung,”

“Karena hal tersebut saya perintahkan untuk panitia membuat pernyataan bertanggang jawab penuh apabila terjadi klaster baru,” ujarnya.

Menurut AKBP Yudi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk dilakukan Rapid Tes bagi para peserta.

“Tapi karena kendala teknis besok baru bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (Red)