Beranda Kampung Pendidikan Pragmatisme Sebagai Paradigma Berpikir Milenial

Pragmatisme Sebagai Paradigma Berpikir Milenial

280

Penulis : Muhammad Thariq Sabara

Pragmatisme berasal dari intrik bahasa Yunani yaitu pragma yang berarti perbuatan atau tindakan. Pragmatisme ini adalah salah satu ajaran William James seorang filsuf dari Amerika Serikat .

Pragmatisme secara singkat adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu tujuan tanpa memikirkan prosesnya baik maupun buruk , kata milenial “ YANG PENTING BOS SENANG”.

Sebagai salah satu pemikiran barat yang sudah menjamur di abad ke 21 khususnya bagi para milenial calon pemimpin masa depan bangsa mempunyai kelemahan terhadap cara berpikir milenial yang serba instan di era ini , segala sesuatu yang dilakukan hanya berdasarkan asas kepentingan pribadi dan dilakukan tanpa melewati proses yang panjang .

Pragmatisme sangat berbahaya bagi millenial, kenapa ?
Cara berpikir yang diterapkan oleh milenial era ini “asal bapak senang” , “ asal cepat” , “asal saya senang” yang membuat anak muda zaman sekarang tidak mempunyai mental yang kuat. Semua keinginan diinginkan hari ini juga harus ada dengan cara apapun, mau melukai siapapun agar keinginan yang diinginkan dapat di capai tanpa proses yang panjang dan rumit sehingga membentuk mental anak muda atau millenial zaman skarang sebagai anak muda mental krupuk. Karena millenial tdak mau melewati proses yang panjang membuat mental bangsa kita ini serba instan .

Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kita sebagai zaman millenial untuk belajar mengenal proses, mengenal bagaimana jatuh bangunnya untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan.

Bangsa dan daerah kita membutuhkan para pemimpin masa depan yang mempunyai mental baja untuk menghadapi masalah – masalah besar ke depan bangsa dan daerah. Pemikiran-pemikiran barat ini hanya di pakai oleh orang barat untuk membuat paradigma berpikir kita instan tanpa melewati proses .

Pragmatisme sebenarnya mempunyai kelebihan pada penerapan pemecahan masalah karena pragmatis fokus terhadap masalah yang nyata tanpa memikirkan teori-teori yang ada sehingga memunculkan teori-teori baru dalam perencanaan penanganan masalah,  namun pragmatis dalam berpikir tanpa kondisi permasalahan yang tepat membuat kita sebagai milenial terjerumus dalam memecahkan masalah kehidupan .

Salah satu contoh nyata dalam kehidupan kita saat ini yang sedang viral yaitu begal, begal ada karena permasalahan ekonomi, karena kebutuhan hidup semakin naik sedangkan penghasilan tidak mencukupi membuat pelaku begal berpikir instan dengan melakukan kejahatan. Sangat banyak contoh-contoh yang terjadi hari ini dikarenakan pemikiran yang pragmatis .

Semoga kita anak milenial melakukan cara berpikir pragmatis dalam penanggungan masalah yang tepat .

Muhammad Thariq Sabara
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari
Pengurus BEM FH UMK
Kader Himpunan Mahasiswa Islam
Ketua OSIS SMAN 1 Unaaha
Ketua Pekat IB Konawe