Beranda Lainnya Lipsus Program Pamsimas Tahun 2020 di Desa Momea Dalam Tahap Pengerjaan

Program Pamsimas Tahun 2020 di Desa Momea Dalam Tahap Pengerjaan

218
Pembuatan Penampungan air oleh masyarakat Desa Momea secara swadaya. (Foto/ist)

UNAAHA, – Desa Momea Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara mulai mengerjakan Hibah Insentif Desa (HID) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun 2020.

Desa Momea menjadi salah satu penerima program Pemerintah Pusat itu dari lima desa yang ada di Kabupaten Konawe yang mendapat bantuan serupa.

Kepala Desa Momea, Jumar mengatakan program ini mulai dikerjakan sejak Agustus 2020 lalu dan saat ini sudah lebih dari 50 persen pekerjaan yang diselesaikan. Adapun pekerjaan yang dilakukan yaitu pembuatan instalasi jaringan.

“Ada tiga bak yang dikerjakan. Bak satu dan dua itu sudah selesai tinggal bak tiga yang saat ini dalam proses pengerjaan. Sumber airnya kita ambil dari pengunungan,” kata Jumar, Selasa (25/8/2020).

Dijelaskan Jumar, tiga bak yang sedang dikerjakan yaitu bak satu berfungsi untuk penangkap atau penampungan, bak kedua untuk penyaringan, dan bak ketiga untuk membagi air ke titik penyebaran.

Menurut Jumar, jaringan yang akan terbangun itu sudah bisa mencakup kebutuhan air masyarakat pada sekira dua kilometer dari titik penampungan ke penyebaran.

“Saat ini yang ada hanya titik penyebaran itu ada lima tempat, di sekolah, gedung PAUD, masjid dan satu di rumah warga,” terang Jumar.

Jumar menuturkan, fasilitas penyediaan air di desanya saat ini memang belum memadai, sehingga dengan masuknya program Pamsimas ini bisa menangani kesulitan kebutuhan air bersih masyarakat.

Meski program ini masih sebatas pembuatan jaringan, Jumar menargetkan akan kembali memprogramkan pembuatan jaringan hingga ke rumah-rumah warga pada tahun depan. Ia berharap tidak ada lagi rumah yang tidak mendapat air bersih di tahun mendatang.

“Kami pemerintah desa berharap semua bisa menikmati fasilitas ini. Secara bertahap akan kita maksimalkan penyediaan fasilitas hingga ke rumah-rumah warga langsung,” ujarnya.

Untuk anggaran program ini menelan anggaran Rp350 juta yang bersumber dari Dana Pusat Rp245 juta, Dana Desa Rp35 juta, sumbangan masyarakat Rp14 juta dan Swadaya berupa gaji pekerja Rp56 juta. (Red)