Beranda Lainnya Pariwara Program Sejuta Ekor Sapi di Konawe, Sasar Masyarakat Pra Sejahtera

Program Sejuta Ekor Sapi di Konawe, Sasar Masyarakat Pra Sejahtera

180
Kadis Peternakan Kabupaten Konawe, Jumrin, SP

UNAAHA, – Visi Misi Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bersama Wakil Bupati Gusli Topan Sabara terkait program sejuta ekor sapi mulai dicanangkan. Salah satu sasarannya adalah masyarakat yang masuk golongan pra-sejahtera.

Rencananya, program ini mulai berjalan paling lambat bulan Oktober 2019 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe siap mendistribusikan pengadaan bibit sapi indukan untuk kelompok petani peternak senilai Rp32 miliar.

“Sesuai program yang kita canangkan, tahun ini itu jumlahnya 1000 ekor sapi dengan penjaringan 700 ekor. Dengan nilai estimasi per ekornya Rp25 juta,” kata Kepala Dinas Peternakan Konawe, Jumrin ditemui belum lama ini.

Jumrin memaparkan, program sejuta sapi merupakan salah satu kegiatan prioritas Pemkab saat ini. Sehingga menjadi prioritas pembiayaan APBD. Jenis sapi yang akan disalurkan adalah sapi Brahman Cross yang dipesan langsung dari Surabaya.

“Mengenai realisasi diupayakan mulai dilaksanakan paling lambat pada Oktober mendatang. Bahkan permintaan itu sudah disanggupi pemerintah Surabaya. Jadi kita sudah minta kuota ke daerah asal supaya bisa disiapkan bibit sapi tersebut,” paparnya.

Dikatakan, selain Konawe, pengadaan bibit sapi braman cros banyak diminati daerah lain. Banyak daerah yang berlomba memesan sapi di daerah ini. Termasuk Jawa Barat.

“Dan kalau permintaan kita telat bisa jadi kuota bibit yang kita pesan dapat diambil alih daerah lain. Karenanya, kita upayakan tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.

Jumrin menjelaskan, pemilihan jenis sapi Brahman Cross memiliki karakter tersendiri dengan jenis sapi lokal. Utamanya dalam segi bobot daging yang rata-rata ukuran sapi dewasa brahman cros bisa mencapai 400 sampai 600 kilo gram.

“Dengan rekayasa genetik melalui program suntikan limosin, maka akan menghasilkan sapi dengan bobot dan berat daging bisa bertambah 900 kilo hingga 1,2 ton. Sehingga nilai jualnya lebih tinggi dari sapi lokal, juga bisa lebih menguntungkan peternak. Jika dijual dipasaran yang dapat berkisar Rp50 juta,” jelasnya.

Apa lagi, lanjut Jumrin, “program sistim kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi dinilai memberi keuntungan secafa finansial,  dan menjadi pilihan pengembangbiakkan sapi oleh para peternak dibeberapa daerah lain,” jelasnya.

Soal bibit kata Jumrin, pihaknya akan betul-betul menseleksi supaya sumber bibit sapi Brahman Cross yang didatangkan dengan kondisi sehat serta usia produktif dan belum pernah bunting.

“Paling tidak usia sapi yang masih produktif dan sudah siap jadi indukkan. Kalau sapi yang sudah pernah melahirkan akan kami tolak,” kata Jumrin

Selain menyediakan sumber bibit sapi, Pemkab juga menyiapkan semua kebutuhan pembiayaan peternak mulai dari sarana prasarana, pembibitan, inseminasi buatan dilapangan serta penyediaan tenaga medis untuk pemeriksaan kesehatan sapi peliharaan.

“Selain itu kegiatan lain seperti peningkatan SDM peternak sudah kami lakukan juga, mulai dari program penyuluhan, dan sosialisasi, jadi kami siapkan tenaga profesional yang bisa dampingi masyarakat peternak sapi nantinya,” kata Jumrin.

Sementara, untuk kelompok peternak penerima, Pemkab juga akan melakukan penjaringan dengan melibatkan pemerintah desa. Supaya yang menerima bantuan itu betul-betul petani pra sejahtera yang memiliki kemampuan beternak dan mimiliki lahan pengembalaan.

“Karena jenis sapi ini berbeda dengan sapi lokal yang bisa dilepas dan bisa mencari pakan sendiri. Sapi Brahman Cross ini lebih apatis yang harus dijamin pakannya dengan menyediakan pakannya serta dengan jenis rumput tertentu. Sehingga bagi kelompok petani yang akan menerima perlu diseleksi benar-benar yang ulet memelihara sapi tersebut,” kata Jumrin.

Bahkan, dalam penyalurannya kelapangan, Pemkab akan meningkatkan pengawasannya lebih optimal dengan melibatkan beberapa tenaga pendamping baik dari pemerintah setempat, Kepolisian dan Kejaksaan.

“Malah kita sudah persentasekan di tim TP4D di Kejaksaan. Kami juga sudah kordinasikan di Polres baik itu pengadaannya, penyalurannya maupun pendampingannya,” kata Jumrin

Lebih lanjut, Jumrin mengatakan Jika program ini berhasil Konawe akan mengekspor daging ke luar daerah. Karenanya, dengan lahan yang cukup, air yang melimpah serta SDM yang sudah berpengalaman. Masyarakat bisa memberdayakan bantuan pemerintah ini.

“Jika ini bisa terealisasi kita bisa bicara sampai tingkat atas ataupun ke level nasional. Kalau konawe siap bersaing dalam mengexpor daging beku setiap minggu, maka dengan begini Konawe bisa bangkit dengan sejuta ekor sapi,” pungkasnya. (Red)