Beranda Lainnya Advertorial Program Seribu Kolam, Wabup Konawe Bagikan Sejuta Ekor Bibit Ikan

Program Seribu Kolam, Wabup Konawe Bagikan Sejuta Ekor Bibit Ikan

119
BIBIT IKAN - Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, ST., MM, saat menyalurkan ribuan bibit ikan di Kecamatan Wonggeduku Barat, Desa Lahotutu, dan Desa Linonggasai, Rabu (18/9/2019).
BIBIT IKAN - Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, ST., MM, saat menyalurkan ribuan bibit ikan di Kecamatan Wonggeduku Barat, Desa Lahotutu, dan Desa Linonggasai, Rabu (18/9/2019).

UNAAHA, – Dalam rangka menyukseskan visi misi Bupati Konawe Kery
Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara di bidang ketersedian pangan melalui program seribu kolam, Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Konawe membagikan sejuta ekor bibit ikan kepada para warga penambak ikan air tawar.

Pembagian bibit dilakukan sendiri oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara di di Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Rabu (18/9/2019). Pada kesempatan itu, ada tujuh kelompok di dua desa yang bendapat bantuan. Tiga kelompok berasal dari Desa Lahotutu. Sementara empat kelompok lainya berasal dari Desa Linonggasay. Masing-masing kelompok bersisi 10 orang/kepala keluarga (KK).

Di depan warga, Gusli memberi penjelasan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program seribu kolam. Tujuannya, yakni untuk memerangi kemiskinan di Konawe.

“Kita berharap, bantuan ini bisa menopang ekonomi keluarga. Selain untuk dijual, juga bisa dipakai untuk konsumsi pribadi. Keluarga kita wajib minimal makan tiga kali sehari dan harus ada ikannya. Biar cerdas nanti anak-anak kita,” jelas Gusli.

Gusli mengingatkan agar program pembagian bibit ikan dapat tepat sasaran. Jangan orang mampu juga turut menikmatinya.

“Nanti saya akan cek. Kalau nanti banyak orang mampu yang juga dapat bantuan ini, pak Kadis yang jadi sasaran,” tegas Gusli kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Konawe, Mudiyanto yang juga hadir di acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Dinas Perikanan Kabupaten Konawe, Indriana Ripin menjelaskan, penyaluran bibit ikan untuk saat ini tengah dilaksanakan di 21 kecamatan, diantaranya Kecamatan Wonggeduku Barat.

BIBIT IKAN - Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, ST., MM, saat menyalurkan ribuan bibit ikan di Kecamatan Wonggeduku Barat, Desa Lahotutu, dan Desa Linonggasai, Rabu (18/9/2019).
BIBIT IKAN – Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, ST., MM, saat menyalurkan ribuan bibit ikan di Kecamatan Wonggeduku Barat, Desa Lahotutu, dan Desa Linonggasai, Rabu (18/9/2019).

Untuk penyaluran selanjutnya, akan dilakukan sendiri oleh pihak ketiga selaku pemenang tender didampingi Pendamping Penyulu Lapangan (PPL) kecamatan.

Adapun bibit ikan yang disalurkan pada 20 kecamatan itu yakni Ikan Lele, Ikan Mas, dan IkanNila, sebanyak 350 ribu ekor. Sedang untuk Kecamatan Kapoiala, Desa Ulu Lalimbue, Tani Indah, dan Lalonggombuno, khusus bibit ikan Bandeng.

“Ada 4 kelompok tani budidaya air payau di kecamatan Kapoiala yang khusus bibit ikan bandeng atau yang dikenal dengan Nener Bandeng dengan jumlah 650 ribu ekor. Dan alhamdulillah sudah tersalur juga,” ucap Indriana.

Ditambahkan Kepala Seksi Sumberdaya dan Kelembagaan Dinas Perikanan Kabupaten Konawe, Muh. Mujur, secara teknis bahwasanya ada 3 faktor yang harus diperhatikan dalam memberikan bantuan bibit ikan kepada kelompok pembudidaya. Yang pertama, ketersediaan tempat atau Kolam, kedua faktor sosial dan terakhir ekonomi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Konawe, Indriana Ripin
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Konawe, Indriana Ripin

“Faktor sosial dimaksudkan ada sebagian kelompok pembudidaya ikan yang tidak suka dengan jenis ikan lele, sehingga dikategorikan sebagai kelompok sosial. Sedangkan ekonomi berbicara tentang bagaimana kelompok tersebut mampu meraih rupiah dengan hasil budidaya mereka,” ujar Mujur.

Selain itu, mainset berfikir kelompok budidaya juga sangat perlu. Kata dia, cara berfikir kelompok tersebut harus sedini mungkin dirubah, dengan cara memberikan pendampingan serta pengetahuan bagaimana agar para pembudidaya ini bisa menghasilkan rupiah dengan hasil yang memuaskan.

“Mulai dari sekarang kita harus merubah pola pikir kelompok pembudidaya, tentang bagaimana cara berbudidaya yang baik dan menghasilkan,” tutupnya. (Red)