Beranda Lainnya Lipsus Rakerda LIRA Konawe: Mengawal Pemerintahan Daerah

Rakerda LIRA Konawe: Mengawal Pemerintahan Daerah

139
LIRA KONAWE - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD LSM LIRA Konawe oleh (kanan ke kiri) Bupati LIRA Konawe Aswan, Dewan Pembina LSM LIRA Konawe Haslita Laburu, Dewan Pakar DPW LSM LIRA Sultra Suryadi, dan LBH LIRA Konawe Heris Ramadhan.
LIRA KONAWE - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD LSM LIRA Konawe oleh (kanan ke kiri) Bupati LIRA Konawe Aswan, Dewan Pembina LSM LIRA Konawe Haslita Laburu, Dewan Pakar DPW LSM LIRA Sultra Dr. (H.C) Supriadi, dan LBH LIRA Konawe Heris Ramadhan.

UNAAHA, – DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Masyarakat (LIRA) Kabupaten Konawe, Sabtu (26/10/2019) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

Hadir Dewan Pakar DPW LSM LIRA Sultra Dr. (H.C) Supriadi, Dewan Pembina LSM LIRA Konawe Dr. Haslita Laburu, Bupati LIRA Konawe Aswan, Sekda LIRA Konawe Tasman, LBH LIRA Konawe Heris Ramadhan, dan pengurus LIRA Konawe di sepuluh kecamatan.

Dewan Pakar DPW LSM LIRA Sultra Dr. (H.C) Supriadi mengatakan, keberadaan LIRA adalah mengawal kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Sebab LIRA adalah perpanjangan tangan masyarakat.

“Pengurus LIRA harus bisa melihat, apakah kebijakan yang ada sudah sesuai dengan kepetingan masyarakat. Saat tak sesuai dengan kepentingan rakyat maka LIRA harus muncul,” kata Supriyadi saat membuka acara Rakerda.

Tujuan Rakerda adalah mengawal pemerintahan, dengan memastikan pembangunan di daerah harus berkesesuaian dengan kepentingan masyarakat.

Senada dengan itu, Dewan Penasihat LSM LIRA Konawe, Dr. Haslita Laburu menyampaikan, dengan Rakerda ini kepengurusan LIRA saat ini bisa memilah mana saja agenda yang subtansial dan urgen untuk dilaksanakan.

“Apa yang substansi dan urgen dalam dalam hasil Rakerda ini, maka itu diutamakan untuk dilaksanakan segera,” ujarnya.

Sementara, Bupati LSM LIRA Konawe, Aswan menyebut, hal subtansial yang dibahas dalam Rakerda yaitu persoalan tenaga kerja di kawasan industri Morosi. Pandangannya, tenaga kerja lokal Konawe masih kesulitan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana.

Tak mau menuding, kata dia, namun diakuinya kendala penerimaan karyawan di kawasan Morosi memang cukup kompleks, mulai dari kemampuan standar sumber daya manasia dan faktor penghambat lainnya.

Foto bersama pascarakerda LSM LIRA Konawe oleh para pengurus LSM LIRA.
Foto bersama pascarakerda LSM LIRA Konawe oleh para pengurus LSM LIRA.

“Untuk itu, LIRA akan melaksanakan program peningkatan skil masyarakat bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan. Supaya, setelah ada skil, ketika mau masuk ke petusahaan itu lebih mudah,” ujarnya.

Ia menyatakan, hasil Rakerda menyepakati mengawal pemerintahan di Konawe saat ini. Akan tetapi, dengan tidak melepaskan fungsi kritis saat berseberangan dengan kepentingan masyarakat.

Yaitu dengan membantu pemerintah daerah melahirkan inovasi khususnya sebagai pemuda, berupa ide-ide yang dapat dinikmati masyarakat luas.

“Dengan komitmen ini, kini kader LIRA harus bisa memberikan kreatifitas program dan inovasi untuk Pemda Konawe. Pemerintah senditri bersyukur atas hal itu,” ucapnya.

Terakhirnya, Aswan menyebutkan beberapa program yang dilaksanakan LSM LIRA di Konawe. Diantaranya, pembangunan Taman Kanak-kanak di Desa Lalotutu. (Red)