Beranda Lainnya Lipsus RKPD Konawe 2021: Lima Parameter Pembangunan dan Tiga Program Unggulan

RKPD Konawe 2021: Lima Parameter Pembangunan dan Tiga Program Unggulan

173
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara di acara Pra Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2021, dan membuka acara secara resmi
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara di acara Pra Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2021, dan membuka acara secara resmi

UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2021, Kamis (5/3/2020) di Aula Rapat Kantor Bappeda Konawe.

Pra Musrenbang ini digelar bersama Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim perencanaan, lalu para Camat, Lurah, dan Kepala Desa (Kades). Hadir juga Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara yang membuka kegiatan.

Gusli mengatakan, dalam perencanaan RKPD tahun 2021 harus memperhatikan lima parameter pembangunan yang menjadi agenda utama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe.

Pernyataan ini disampaikan Gusli kepada tim perencanaan utamanya dalam menerima masukan dari tingkat bawah. Poin yang ditekankannya adalah dengan mengikuti Cascading (sasaran strategis) di tiap-tiap OPD yang akan mengeksekusi tiap program baru yang akan masuk dalam RKPD.

Maksudnya, kata dia, di tingkat bawah semisal Camat, harus mampu mengarahkan usulan yang lahir dari tingkat desa tetap linear dengan Cascading yang ada di tiap-tiap OPD, tujuannya agar pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) jangka panjang daerah dapat penuhi target.

“Silahkan menerima aspirasi di luar, tetapi harus sesuai dengan Cascading tiap OPD, jangan menggangu visi-misi sektoral. Pokoknya harus linear dengan Cascading,” ujar Gusli.

Pesan ikuti Cascading ini ditekankannya tak hanya berlaku di penyerapan aspirasi tapi seluruh kegiatan yang menyangkut perencaan pembangunan semisal pra Musrenbang ini atau saat Musrenbang nantinya.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara di acara Pra Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2021, dan membuka acara secara resmi

Dirinya pun meminta agar OPD dan Camat saling bekerjasama dalam mempelajari apa yang tertuang dalam Cascading agar pengusulan aspirasi dapat disesuaikan dengan indikator – indikator dari visi-misi pemerintah daerah yang sudah ada.

Adapun lima parameter pembangunan daerah yang menjadi acuan perencaan di tahun 2021 mendatang itu yakni pertama pertumbuhan ekonomi, kedua pengangguran, ketiga angka kemiskinan, keempat inflasi, dan terakhir gini rasio alis kesenjangan ekonomi masyarakat.

“Lima aspek inilah yang akan jadi acuan dalam penetapan RKPD 2021 sesuai Renstra OPD sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Konawe,” kata Gusli.

Adapun implementasi dari lima parameter ini tertuang tiga program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara yakni sejuta ekor sapi, sejuta ton beras, dan sejuta kolam ikan. Ketiganya ada diDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunanan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Ketiganya akan kembali dilaksanakan pada 2021 mendatang. Menurut Gusli, ketiga sektor unggulan inilah yang akan menjadi acuan perencanaan daerah hingga ke tingkat bawah.

Pra Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2021

Alasan meneruskan program ini karena ketiganya terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yakni 9,20 persen.

Selanjutnya karena tiga program ini merupakan asas dalam mewujudkan ketahanan pangan di Konawe yang menjadi tumpuan. Atas dasar ini juga, Konawe didaulat menjadi tumpuan pangan Sultra, meski Konawe punya kawasan industri terbesar di Sultra.

Alasan kenapa Konawe sendiri tetap bertumpu pada ketahanan pangan meski Konawe ada industri. Karena menurut Gusli, penyumbang pertumbuhan ekonomi daerah adalah dari sektor pertanian.

“Semua orang butuh makan, makanya kita yang jadi tumpuan penyedia makanan kepada daerah-daerah yang bertumpu pada sektor industri atau manufaktur,” ucapnya. (Adv)