Beranda Lainnya Advertorial Sekda Konawe Resmikan Bank Sampah, Solusi Konawe Bersih

Sekda Konawe Resmikan Bank Sampah, Solusi Konawe Bersih

24
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan usai melaunching Bank Sampah.

KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaunching Bank Sampah Induk yang terletak di Pasar Asinua, Kecamatan Unaaha, yang sebelumnya merupakan upaya penanganan persoalan sampah serta memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat Konawe.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan usai melaunching Bank Sampah mengatakan, Bank Sampah merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Pemilahan sampah dilakukan berdasarkan jenisnya yaitu sampah organik meliputi sampah sisa-sisa makanan, daun dan lain-lain sedangkan sampah anorganik meliputi logam, plastik, kaleng, kaca dan lain-lain.

Menurut Ferdy sapaan akrab Sekda Konawe, launching ini diharapkan dapat memberikan stimulan penyadaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungannya sendiri. Karena lanjut dia, persoalan sampah saat ini sudah menjadi problem di masing-masing Wilayah Rukun Warga. Sehingga setiap Wilayah Desa dan Keluaran perlu segera melakukan penanganan sampah dengan efektif dan berwawasan lingkungan.

“Hari ini bersama teman teman dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Unaaha, dan Kepala Pasar Asinua, kita meresmikan pengoperasian bank sampah induk yang ada di Unaaha. Tujuannya adalah bagaimana permasalahan sampah di Konawe dapat teratasi. Dan yang terpenting kita bisa mengajak warga kita dan aparat yang sekitar untuk membudayakan agar bagaimana bisa memanfaatkan sampah tersebut,” ungkapnya saat wawancara awak media, Rabu (20/1/2021).

Kata dia, sampah bukan lagi jadi masalah tetapi sebaliknya menjadi berkah karena akhirnya bisa menjadi nilai ekonomi. Saat ini Bank Sampah sudah dibuka di beberapa tempat, diantaranya, sekitaran perkantoran Pemda, Pondindaha, kemudian di Morosi, Wonggeduku, Sampara, Wonggeduku Barat, dan Abeli Sawa.

“Bahkan kita berharap di tiap kecamatan itu harus ada perwakilan untuk pengelolaan bank sampah ini. Kita ingin kembangkan budayanya. Bagaimana agar sampah rumah tangga dapat teratasi. Terkadang sampah yang ada di perkotaan itu harus di antisipasi,” ucapnya.

“Biasanya di bengkel itu itu ada sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di situ. Sehingga saya sarankan untuk pemilik bengkel itu wajib menjadi nasabah. Supaya dari awal mereka pilah. Mana yang oli bekas dan seterusnya itu dipilah. Sehingga pada saat di tampung di sini sudah dapat dipisah-pisahkan sampahnya,” sambungnya.

Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) Konawe ini menambahkan, dengan adanya launching Bank Sampah ini diharapkan tidak ada lagi sampah sampah yang berserakan di jalan dan di halaman karena itu sudah dipungut semua. Karena masing-masing punya nilai. Saat ini ada pencatatan dari DLH ke masyarakat dari semua transaksi antara masyarakat atau nasabah dengan petugas DLH itu sendiri.

“Jadi nanti sistemnya buka rekening ke bank. Bahkan kita nanti rencananya akan bekerja sama dengan PLN sehingga nanti tagihan listrik mereka cukup ditarik dari data yang ada di DLH. Sehingga masyarakat tidak sibuk lagi membayar tagihan PLN mereka,” tuturnya.

Dengan adanya Bank Sampah ini dapat membantu perekonomian masyarakat itu sendiri. Yang pertama sangat tergantung dari sampah yang terbentuk dari sampah rumah tangga. Kedua, sangat tergantung bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang itu. Apabila masyarakat memanfaatkan peluang itu dan sampah mereka tidak terbuang percuma, karena kalau sampai dipungut oleh orang lain bisa otomatis dia mendapatkan sesuatu dari sampah tersebut.

Ferdy berharap kepada masyarakat sejak dini bisa memilah mana sampah organik, plastik dan masa sampah lainnya, sampah yang lainnya ini yang biasa di campur campur oleh masyarakat.

“Saat ini sampah organik itu sudah disiapkan wadah. Terutama sampah dari pasar itu ditampung di sini. Setelah itu di fermentasi,” katanya.

Pengelolaan sampah itu sekarang tidak perlu lagi masyarakat bersusah payah. Tinggal kesadaran dari masyarakat itu sendiri, bagaimana untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang terkumpul itu ada petugas yang mengambil. Misalnya warga itu mau menjual sampahnya sendiri. Pasti dia pungut untuk di jual. Maka dari itu, masyarakat jangan malu-malu untuk menjadi nasabah di sini.

Sementara itu, Kadis DLH Konawe Ilham Jaya menyebut produksi sampah dalam kurun waktu setahun itu sangat besar. DLH Konawe dapat mengumpulkan semua sampah rumah tangga sebanyak 40 ribu ton.

Kegiatan launching Bank Sampah Induk ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ilham Jaya, Camat Unaaha Widia Sastrawati, dan segenap Lurah se Kecamatan Unaaha. (Red)