Beranda Kampung Hukrim Sengketa Lahan, PT. CMMI Puriala “Diserang” Pewaris Lahan

Sengketa Lahan, PT. CMMI Puriala “Diserang” Pewaris Lahan

818
Sengketa Lahan

Kampung Konawe
Unaaha, – Seratusan orang yang terdiri dalam pewaris tanah di Desa Wonua Morome, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe mendatangi kantor PT. Cahaya Modern Metal Industri (CMMI) Sabtu, (29/4). Rencananya, orang-orang ini berniat mempertanyakan pada pihak PT. CMMI soal kepemilikan lahan pendirian pabrik.

Kedatangan seratusan orang ini diwarnai dengan aksi unjuk rasa di depan pos penjagaan menuju kantor PT. CMMI. Aksi ini terkait adanya dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaan di tanah para pengunjuk rasa yang tergabung dalam pewaris lahan.

Ketua Rumpun Pewaris, Landa mengatakan, sejauh ini pihak pewaris lahan belum pernah melakukan transaksi apapun dengan perusahaan namun ironisnya menurut Landa, perusahaan telah mendirikan pabrik yang masuk dalam lahan mereka.

Menurut Landa, secara kajian hukum maupun pemerintahan, harusnya pihak perusahaan melakukan konfirmasi atau transaksi dalam melakukan pembebasan lahan pada pihaknya sebab mereka sebagai pemilik resmi.

Mediasi

Aksi unjuk rasa ini sempat menimbulkan ketegangan antara pihak perusahaan dengan pewaris. Dalam aksi unjuk rasa ini, pewaris menuntut agar PT CMMI segera melakukan pengosoongan lahan sebab secara hukum dinilai ilegal. mereka juga meminta agar pihak kepolisian melakukan tindakan tegas kepada perusahaan dengan tuduhan penyerobitan lahan.

Kepolisian yang berada di lokasi sengketa melalui Kapolres Konawe, AKBP Jemi Junaidi mempertemukan perwakilan pewaris dengan pihak perusahaan dan pemerintah setempat. Dalam mediasi itu, dicapai kesepakatan akan ditempuh melalui jalur hukum. Pihak pewari diminta untuk memasukkan laporan ke Polres Konawe.

AKBP Jemi Junaidi berjanji, akan mengusut tuntas permasalahan ini guna mencari siapa pemilik sebenarnya lahan yang disengketakan tersebut. Usai melakukan mediasi, massa akhirnya meninggalkan tempat menuju Polres Konawe.

Sekedar informasi, lahan yang disengketan tersebut dalam pengakuan para pewaris lahan, awalnya tanah mereka diperuntukkan sebagai wilayah transmigrasi namun dalam perjalanannya diduga banyak penyimpangan, seperti tidak sesuainya lagi lahan yang diberikan sebelumnya dengan yang sekarang.

Dalam tempo itulah, perusahaan hadir yang kemudian melakukan pembebasan, entah bagaimana tanah seluas ratusan hektar sudah menjadi milik perusahaan PT. CMMI. (KS/Red)