Beranda Kampung Pendidikan Sepuluh Kader HMI Konawe Dipecat

Sepuluh Kader HMI Konawe Dipecat

262
HMI CABANG KONAWE - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe, Ketua Cabang Masbudin (tengah), Sekretaris Umum (Sekum) Israjuddin (kanan ketua), dan Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Konawe Antoni (kiri ketua) saat melakukan rapat pemecatan sepuluh kader HMI Cabang Konawe 28 Oktober 2019.
HMI CABANG KONAWE - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe, Ketua Cabang Masbudin (tengah), Sekretaris Umum (Sekum) Israjuddin (kanan ketua), dan Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Konawe Antoni (kiri ketua) saat melakukan rapat pemecatan sepuluh kader HMI Cabang Konawe 28 Oktober 2019.

UNAAHA, – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang pemecatan sepuluh anggota HMI, berdasarkan hasil rapat harian pengurus HMI Cabang Konawe tanggal 27 Oktober 2019.

Pemecatan sepuluh kader HMI itu tertuang dalam SK Nomor 300/A/KPTS/02/1441 H tertanggal 28 Oktober 2019 atas keputusan bersama, Ketua HMI Cabang Konawe Masbudin, Sekretaris Umum Israjuddin, dan Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Konawe, Antoni.

Kesepuluh anggota yang dipecat yaitu Ahmad Suyudi, Erik Supiat, Atzhar Muttaqin Tabara, Rekisman, Irfan, Izal, Harianto, Aldin, Elid Sugito, dan Noprianto.

“Dengan keputusan ini, status keanggotaan mereka di HMI Cabang Konawe telah dicabut dan tidak bisa lagi mengaku sebagai bagian dari HMI,” kata Masbudin, Jum’at (1/11/2019).

Kabid PAO, Antoni sendiri menerangkan, alasan kesepuluh anggota yang dipecat itu karena terbukti telah melanggar pasal 3, 4 dan pasal 6 Anggaran Dasar (AD) serta tertuang dalam pasal 6 dan pasal 9 Anggaran Rumah Tangga (ART) HMI.

Kata dia, dalam pasal 4 AD HMI disebutkan, kader harus menjaga nilai-nilai insan akademis yang bernafaskan Islam. Tetapi, temuan dilapangan membuktikan adanya pelanggaran yang merusak citra organisasi.

“Seperti melakukan kegiatan yang dengan sengaja menunjukkan di depan khalayak perbuatan yang tidak lagi mencerminkan insan akademis yang bernafaskan Islam,” terang Antoni.

Selanjutnya, dalam pasal 6 ART disebutkan, setiap kader harus menjaga nama baik organisasi. Tetapi, mereka diketahui telah melakukan pelawanan terhadap kepengurusan cabang yang sah dengan melakukan pelantikan dan basic training (pelatihan kader) tanpa sepengatahuan cabang.

“Karena itu, berdasarkan pasal 9 ayat 1, 2, dan 3 ART, kesepuluh kader ini dipecat karena tidak mengindahkan lagi aturan organisasi dan kepengurusan cabang,” ujarnya.

Untuk diketahui, SK pemecatan kesepuluh anggota HMI cabang Konawe itu telah ditembuskan ke Pengurus Besar (PB) HMI, Badan Koordinasi (Badko) HMI Sultra, Majelis Pertimbangan Kerja Cabang (MPKC), KNPI Konawe, Kesbangpol Konawe, dan Komisariat lingkup HMI Cabang Konawe. (Red)