Beranda Kampung Pendidikan Setahun Hak Tak Dibayar, Guru SMAN Asinua Tuntut Kepsek Diberhentikan

Setahun Hak Tak Dibayar, Guru SMAN Asinua Tuntut Kepsek Diberhentikan

638
Forum Guru SMA Negeri 1 Asinua saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Kepala KCD Konawe Dikbud Sultra, Idrus, Kasi GTK Dikbud Sultra, Bakhtiar T., Ketua MKKS SMA, Lami dan pengawas sekolah untuk SMA.

UNAAHA, – Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru dan Tata Usaha SMA Negeri 1 Asinua menuntut kepala sekolah (Kepsek) saat ini diberhentikan dari jabatannya.

Tuntutan ini disampaikan para guru melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Sultra, Konawe, melalui surat mosi tidak percaya.

Mosi ini ditantangani para guru sekira 25 orang yang terdiri dari guru dan bagian tata usaha serta para orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah.

Ada 11 alasan yang dikemukakan oleh para guru ini, diantaranya pengelolaan dana BOS yang amburadul hingga pembayaran hak para guru seperti uang transportasi kegiatan sekolah dan honor untuk honorer tak dibayar.

“Kondisi ini menjadikan sekolah tak lagi kondusif dan guru-guru sudah tidak mau dipimpin oleh kepala sekolah saat ini,” kata Masrit Maharudin, perwakilan guru saat RDP, Selasa (25/6/2019).

“Hak guru sudah ditetapkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan itu harus dibayarkan, tapi kenyataannya tidak ada sama sekali,”

“Termaksud honor para honorer dalam dana bos sebesar 15 persen itu tak dibayarkan juga dan ini sudah sejak 2018 lalu,” lanjutnya.

Sehingga, keputusan forum guru ini, tegas dia, bulat meminta kepada dinas pendidikan Sultra melalui KCD Konawe untuk memberhentikan kepsek yang saat ini menjabat.

Foto bersama Forum Guru SMA Negeri 1 Asinua usai rapat dengar pendapat
Foto bersama Forum Guru SMA Negeri 1 Asinua usai rapat dengar pendapat

Sementara itu, Kepala KCD Konawe, Idrus saat ditemui mengatakan, persoalan yang disampaikan forum guru SMAN 1 Asinau itu akan secepatnya direspon, termaksud mengambil alih sementara kepemimpinan di sekolah itu.

“Secepatnya kita laporkan ke Kepala Dinas, finalnya akan kita tunggu hasil investigasi,” kata Idrus.

Kendati demikian, kepemimpinan di SMAN 1 Asinau bisa saja diambil alih mengingat waktu penerimaan siswa yang sebentar lagi dibuka.

“Paling lambat saat penerimaan siswa baru nanti sudah akan ada keputusan. Yang jelas, apa yang menjadi tuntutan guru itu yang akan disampaikan dan akan diproses,” terangnya.

Disamping itu Idrus menghimbau, agar guru tak perlu risau terkait tuntutan mereka, dengan tetap melaksanakan proses PPDB dan PBM nantinya.

Untuk mendukung tuntutan para guru ini, mereka diminta untuk melampirkan absen guru, jurnal, dan bukti-bukti kegiatan sekolah yang belum dibayarkan oleh kepsek.

Untuk diketahui, RDP antar guru SMAN 1 Asinua dan KCD Konawe Dikbud Sultra ini dihadiri Kasi GTK Dikbud Sultra, Bakhtiar T., Ketua MKKS SMA, Lami dan koordinator pengawas sekolah untuk SMA. (Red)