Beranda Kampung Sultra Sidang Dakwaan PT Naga Bara Perkasa Digelar Perdana

Sidang Dakwaan PT Naga Bara Perkasa Digelar Perdana

279
Sidang dakwaan perdana tujuh tersangka perkara PT Naga Bara Perkasa yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha Febrian Ali, SH, MH selaku Hakim Ketua, Selasa (7/7/2020)
Sidang dakwaan perdana tujuh tersangka perkara PT Naga Bara Perkasa yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha Febrian Ali, SH, MH selaku Hakim Ketua, Selasa (7/7/2020)

UNAAHA, – Pengadilan Negeri (PN) Unaaha Kabupaten Konawe menggelar sidang dakwaan perdana tujuh tersangka perkara PT Naga Bara Perkasa (NBP) atas dugaan pemanfaatan kawasan hutan lindung di Blok Matarepe Konawe Utara tanpa dilengkapi izin, Selasa (7/7/2020).

Namun, sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha Febrian Ali, SH, MH selaku hakim ketua harus ditunda. Pasalnya, saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhalangan hasil dalam persidangan.

“Sidang ditunda, sidang akan dilanjutkan pada Selasa 14 Juli 2020,” kata Hakim ketua, Febrian Ali.

Persidangan ke tujuh tersangka ini digelar secara daring atau video conference yakni para tersangka berada di ruang sidang daring.

Diketahui, sidang perkara dipisah sesuai peran masing-masing sebagaimana ditetapkan dalam penyidikan kepolisian, ada yg dua perkara yakni melibatkan operator dan Direktur PT NBP.

Enam tersangka sendiri yakni operator alat berat Excavator didampingi oleh Kuasa Hukum, Nasrudin SH. Sementara Direktur PT NBP Tuta Hafisa belum diketahui siapa penasehat hukumnya.

Ketujuh orang terdakwa tersebut diduga melakukan pemanfaatan kawasan hutan lindung di Blok Matarepe Konawe Utara tanpa dilengkapi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

Ketujuh terdakwa tersebut yakni Direktur Utama PT NBP Tuta Nafisa. Sedangkan enam lainnya yakni Edi tuta (53), Ilham (20), Arinudin alias Pele (44), kemudian Muh Alfat (22), Rahman (21) dan Sultra (35). Keenam merupakan operator alat berat ekskavator di PT NBP.

Dua terdakwa saat sidang dakwaan PT Naga Bara Perkasa yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha Febrian Ali, SH, MH selaku Hakim Ketua, Selasa (7/7/2020)

Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Konawe Gideon Gultom, SH yang ditemui di PN Unaaha mengatakan bahwa perkara PT NBP ini masih pembacaan dakwaan. Sehingga belum dapat memberikan penjelasan terlalu jauh tekait perkara tersebut.

“Iya, hari ini baru pembacaan dakwaan oleh JPU, masih ada sidang pemeriksaan saksi, pemriksaan terdakwa jadi masih panjang prosesnya,” katanya.

Terkait penerapan pasal kepada terdakwa, Gideon mengatakan semua akan dilihat di fakta persidangan. Karena kata dia, keterangan yang dituangkan dalam BAP terkadang berbeda dengan apa yang terungkap di persidangan.

“Nanti kita lihat peran masing-masing seperti apa, semua akan terungkap di persidangan,” ujarnya.

Ia pun tak menampik bahwa peran sentral ada sama Terdakwa Tuta Nafisa selaku Direktur PT NBP. Namun kata dia, JPU saat ini fokus membuktikan perbuatan para terdakwa di persidangan.

“Nanti kita akan buktikan peran mereka. Ada Direktur Perusahaan, ada Manajer Operasional dan Operator alat berat. Tuntutanya nanti,” pungkasnya. (Red)