Beranda Kampung Sultra Sinyalir Rugikan Hingga Rp16 M, HMI Desak Pengusutan Dugaan Korupsi di BPKAD...

Sinyalir Rugikan Hingga Rp16 M, HMI Desak Pengusutan Dugaan Korupsi di BPKAD Konawe

447
Kader HMI Cabang Konawe saat menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kejari Konawe menuntut pengusutan dugaan korupsi di lingkup DPKAD Konawe.

UNAAHA, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Konawe, Kamis (7/2/2019) menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi di lingkup Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Konawe.

Di depan kantor Kejari, Para kader HMI ini kemudian diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Konawe, Sahrir.

Ketua Umum HMI cabang Konawe, Pedri Santo Pratama dalam aksi itu mengatakan, dugaan korupsi itu menyangkut belanja hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2017.

Yang mana dalam data penelusuran mereka atas belanja hibah dan Bansos yang besaran anggarannya Rp32,9 Miliar itu, negara mengalami kerugian hingga Rp16 Miliar.

Dijelaskan Pedri, kasus dugaan korupsi masif itu bermula dari penetapan belanja hibah dan Bansos oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe tahun 2017.

Para calon penerima hibah ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Konawe Nomor 19 A Tahun 2017 Tentang Perubahan Penetapan Besaran Hibah dan Bantuan Sosial Kepada Penerima.

Diterangkan Pedri, dalam Perbup itu disebutkan, DPKAD sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan.

Dugaan inipun muncul, setelah ditemukan adanya lembaga penerima yang tidak melaporkan pertanggung jawaban penerimaan dana hibah mereka.

“Dari 320 SP2D yang dikeluarkan oleh Bendahara BPKAD Konawe, hanya 236 lembaga dan organisasi yang syarat dengan dokumen pertanggungjawaban.” ujar Pedri.

“Sementara 82 lembaga lainnya belum menyampaikan pertanggungjawabannya,” sambung Pedri.

Oleh dengan temuan ini, sebagaimana diarahkan Kejaksaan Unaaha, kata Pedri, pihak akan melaporkan hal ini dengan membawa hasil temuan mereka ke Kejari.

Lanjutnya, Jum’at (8/2/2019) besok, bersama sejumlah kader, akan kembali menyambangi Kejari Konawe untuk melampirkan beberapa dokumen.

“Dokumen yang akan kami bawa adalah hasil audit BPK pada tahun 2017 lalu. Kami sudah mempersiapkan itu,” pungkasnya. (Red)