Beranda Lainnya Adventorial Studi Banding DPRD Ngawi ke DPRD Konawe

Studi Banding DPRD Ngawi ke DPRD Konawe

84
Studi banding DPRD Ngawi ke DPRD Kabupaten Konawe. Rombongan DPRD Kabupaten Ngawi ini berjumlah 23 orang.

KONAWE, – Upaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam penyusunan Perda ataupun program dilaksanakan dengan pengumpulan data mengenai Perda yang akan disusun, langkah yang ditempuh di antaranya adalah dengan melakukan studi banding atau kunjungan kerja pada daerah (kabupaten/ kota atau provinsi) lain, yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan Perda yang akan disusun tersebut.

Sama halnya yang dilakukan DPRD Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Mereka dijadwalkan akan melakukan studi banding ke DPRD Konawe.

Mereka tiba hari Selasa (17/04/2018). Rombongan DPRD Ngawi hadir di kantor DPRD Konawe, mereka berjumlah 23 orang yang terdiri dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Ngawi, Sekretasi Dewan (Sekwan) dan staf DPRD Ngawi.

Rombongan yang datang menggunakan bus tersebut disambut langsung Ketua DPRD Konawe, H. Ardin dan Wakil Ketua DPRD Konawe, H. Alaudin. Selain itu, hadir pula sejumlah anggota DPRD lainnya dan juga Sekwan.

Kehadiran para legislator Kabupaten Ngawi itu dalam rangka studi banding terkait e-budgeting (penganggaran sistem elektronik) dan e- planning (perencanaan sistem elektronik). Hal ini seperti dikatakan Wakil Ketua DPRD Ngawi, Maryoto.

Disampaikannya, pihaknya ingin menyerap pokok pikiran dari DPRD Konawe terkait implementasi program tersebut. Bagaimana DPRD Konawe mengelola usulan masyarakat; pokok-pokok pikiran masyarakat terkait sistem e-budgeting dan e-planning ini.

“Intinya, hari ini kita melakukan pengayaan terhadap program e-budgeting dan e-planning, apa yang dikerjakan di daerah kami bisa lebih sempurna lagi,” jelasnya yang ditemui usai acara penyambutan tamu berakhir.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Konawe H. Ardin mengatakan, mengapresiasi kunjungan DPRD Ngawi. Hal ini pun menjadikan kebanggaan bagi lembanga tersebut karena bisa memberikan pokok- pokok pikiran pengelolaan dan penataan dewan ke daerah lain.

Hasil gambar untuk ketua dprd konawe
Ketua DRPD Kabupaten Konawe, H. Ardin

Kunjungan rombongan DPRD Ngawi ini pun menjadi cacatan tersendiri menurut Ardin. Sebab jika dibandingkan dengan Kabupaten Ngawi, Konawe masih bisa dibilang tertinggal dari Ngawi.

Misalnya kata dia, dari sisi pengelolaan keuangan, Kabupaten Ngawi hingga saat ini telah mendapatkan empat kali predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Sementara untuk Kabupaten Konawe, tercatat baru dua kali WTP.

Fakta inilah yang disampaikan Ardin sebagai sebuah prestasi, karena masih diperhitungkan dan diakui oleh daerah yang secara teoritis jauh lebih berkembang dibandigkan Kabupaten Konawe.

“Kita harus akui kalau pengelolaan keuangan mereka baik. Makanya kita akan programkan untuk berkunjung balik ke sana, agar kita bisa melihat langsung yang telah mereka ceritakan tadi,” ujarnya.

Namun bukan berarti Konawe lebih buruk. Dicatatnya jika kunjungan DPRD Ngawi ke Konawe ini diakibatkan dari statistik yang menunjukkan perputaran uang di Konawe lebih besar dari Ngawi.

Contoh dari sisi pengelolaan APBD antara Konawe dan Ngawi. Di Ngawi, APBD-nya hanya mencapai Rp1,9 T lebih dengan rasio 923 ribu jumlah penduduknya. Sedangkan Konawe, APBD-nya mencapai Rp1,4 T dengan rasio penduduk yang dibawah 300 ribu.

“Artinya kalau dilihat dari jumlah penduduknya, rasio perputaran uang di Konawe ini jauh lebih besar. Makanya inilah yang juga jadi keunggulan kita,” paparnya. (Adv)