Beranda Kampung Politik Syarifuddin Udu Tepis Isu Mundur dari Pilkada Muna

Syarifuddin Udu Tepis Isu Mundur dari Pilkada Muna

411
Syarifuddin Udu (SU) saat wawancara usai suatu acara. (Foto istimewa)

MUNA, – Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Syarifuddin Udu (SU) menepis isu yang menyebutkan dirinya bakal absen dalam perhelatan pesta demokrasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna 2020 mendatang.

Menurutnya, issu itu sengaja digulirkan oleh pihak tertentu, untuk menggiring opini publik guna kepentingan politiknya.

“Yang seperti itu biasa terjadi dalam politik. Tim saya saat ini justru terus melakukan sosialisasi ke beberapa tempat,” ucap SU saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (4/6/2020).

Mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI itu menyampaikan, bahwa niatnya untuk maju di Pilkada Muna 2020 sudah bulat. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dirinya untuk mengabdi bagi kepentingan daerah.

Dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Muna, lanjutnya, berarti dirinya memiliki peluang untuk menjadi bagian dalam menentukan masa depan Kabupaten Muna ke depan yang lebih baik.

“Kabupaten Muna sebagai empat daerah otonom tertua di Sultra sudah terlalu jauh ketinggalan, sehingga untuk mengejar ketertinggalannya, Muna butuh pemimpin yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mantan PJ Gubernur Jawa Tengah  itu menjelaskan, jika dirinya tidak sungguh-sungguh untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Muna, tentu Ia tidak harus buang-buang waktu untuk mendaftar pada sepuluh partai.

“Alhamdulillah, saat ini saya sudah melakukan komunikasi secara intens dengan beberapa partai, dan yang sangat berpeluang untuk memberikan rekomendasi diantaranya Partai Hanura, PDIP, PPP, Partai Demokrat, PAN dan Gerindra,” ujarnya.

SU memastikan saat ini sudah ada partai yang akan memberikan dukungan, dan sudah mencukupi untuk memenuhi persyaratan dukungan untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada mendatang.

Saat ditanya bagaimana pandangannya, jika calon yang maju pada Pilkada Muna 2020 lebih dari dua kandidat, SU berpendapat bahwa semakin banyak yang maju maka lebih baik, sehingga masyarakat punya alternatif pilihan pemimpin yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat Muna sudah sangat cerdas untuk menentukan pilihan, karena jika salah memilih berarti membiarkan Muna yang kita cintai ini semakin jauh ketinggalan dari kabupaten lain,” pungkasnya. (Red)