Beranda Kampung Sultra Tak Layak Pakai, Bawaslu Sesalkan Sikap Pemda Soal Pinjam Pakai Gedung

Tak Layak Pakai, Bawaslu Sesalkan Sikap Pemda Soal Pinjam Pakai Gedung

266
Komisioner Bawaslu Konawe (kiri ke kanan), Sabdah, Indra Eka Putra dan Rahmat.

UNAAHA, – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe menyesalkan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe atas peminjaman gedung untuk dijadikan kantor Bawaslu.

Hal ini menyusul putusan Pemda meminjam pakaikan gedung eks Balai Latihan Kerja (BLK) untuk dijadikan kantor mereka. Secara tegaspun Bawaslu menyatakan menolak pemberian itu.

Ketua Bawaslu Konawe, Sabdah menyatakan, sikap penolakan dilakukan karena gedung yang rencananya dipinjamkan itu dinilai pihaknya sangat tidak layak.

“Pertama kondisinya yang tidak layak, selanjutnya akses terhadap gedung yang dipinjamkan itu tidak bagus dan susah untuk dicari,” kata Sabdah, Rabu (09/01/2019).

Padahal, kata Sabdah, akses merupakan hal penting bagi mereka. Alasannya supaya masyarakat yang hendak melaporkan perkara pelanggaran Pemilu bisa cepat mengetahui kantor mereka. Tapi jika diberi tempat yang sulit ditemukan maka menjadi masalah.

Karena kondisi itu, Sabda menyampaikan akan melakukan komunikasi dengan pihak Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tak lain menyampaikan kondisi yang dialami mereka.

“Akan kami sampaikan ke Mendagri soal gedung yang dipinjamkan pemda konawe yang tidak layak digunakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan komisioner Bawaslu lainnya, Indra Eka Putra. Ia mempertanyakan keputusan Pemda yang memberi mereka gedung tak layak pakai.

Padahal menurut dia, masih banyak gedung yang lebih layak dibanding yang ditawarkan mereka saat ini, yang kondisinya juga tidak terpakai.

“Pemda punya banyak gedung yang aksesnya lebih mudah dan juga sudah tidak terpakai. Tapi nyatanya kenapa malah diberikan gedung yang sudah tidak layak?,” kata Indra menyesali.

Sikap Pemda yang dinilainya tidak transparan soal alasan pemberian gedung yang lebih layak disesalkannya. Harusnya, kata dia, Pemda bisa lebih terbuka.

Indra pun mengemukakan alasan penolakan eks gedung BLK, selain tak layak, kondisi lingkungan juga dinilai tidak aman.

“Apalagi bagi staf yang bekerja sampai malam hari itu lokasinya tidak aman,” tuturnya.

Karena sikap Pemda itu, Indra menimpali lebih baik pihaknya menyewa kantor sendiri jika harus dipaksa menempati gedung tersebut.

“Bawaslu mending sewa kantor daripada pemberian fasilitas Pemda yanh tak layak Itu,” terangnya. (Red)