Beranda Ibu Kota Tambah Modal Nikah, Sepasang Kekasih Nekat Jual Sabu

Tambah Modal Nikah, Sepasang Kekasih Nekat Jual Sabu

116
BNNP Sultra saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan pengedar sabu wilayah kota Kendari.

KENDARI, – Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sultra mengamankan sepasang kekasih berisial AN (27) dan ML (26). Keduanya diamankan akibat diketahui terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari.

Penangkapan mereka memupuskan harapan keduanya untuk untuk segera melangsungkan pernikahan. Alasan mereka sendiri berjualan sabu bagian dari upaya mereka untuk mengumpulkan uang sebagai biaya nikah.

Keduanya diciduk aparat BNNP Sultra karena menjadi kurir narkotika sabu. Tidak tanggung tanggung barang bukti yang menjerat mereka adalah sabu seberat 1,7 kg.

ML saat ditanyai, mengatakan upaya memasukkan sabu ini merupakan yang kedua kali mereka lakukan dan yang terbesar dalam jumlah. Diakuinya sabu ini diperoleh dari kota Surabaya yang dipesan khusus melalui medsos.

Jika barang ini dapat lolos mereka akan menerima bayaran Rp15 hingga Rp20 juta yang rencananya akan digunakan sebagai biaya pernikahan mereka yang sudah direncanakan.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Bambang Priyambada mengatakan pasangan kekasih ini sudah cukup lama dipantau mereka ditangkap pada Kamis (26/7/18) lalu saat tiba dibandara haluoleo dari penerbangan Surabaya – Kendari.

“Saat diperiksa petugas hanya menemukan barang bukti narkoba seberat 0,65 gram. Namun dalam pengembangan yang dilakukan ditemukan resi pengiriman barang disalah satu hepe tersangka.” ujar Bambang, Senin (30/7/2018).

“Dari bukti ini kemudian petugas membawa tersangka pada perusahaan jasa pengiriman yang digunakan. Dalam paket yang ditandatangani oleh tersangka ditemukan dua paket dalam bungkus aluminium foil yang berisik serbuk putih seberat 1 kg.

Pasangan kekasih AN dan ML ini sudah berulang kali melakukan pembelian narkoba dari Surabaya yang kemudian dikirim ke Kendari menggunakan perusahaan jasa dengan menyamarkan paket mengunakan bungkusan alumunium foil.

Kin keduanya akan disangkakan pasal 114(1) subsider pasal 112(1) dan pasal 127(1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 15 tahun penjaran.

Saat ini kedua tengah mendekam dalam rutan BNNP untuk penyidikan dan pengembangan jaringan tersangka. (Eko)