Beranda Ragam Temu Karya Daerah Karang Taruna Konawe Tetapkan Ketua Baru

Temu Karya Daerah Karang Taruna Konawe Tetapkan Ketua Baru

183
Abdul Hasim
Ketua Karang Taruna Konawe terpilih, Abdul Hasim, SP, M.Si saat memberi sambutan, Rabu (21/8/2019).

UNAAHA, – Karang Taruna Kabupaten Konawe, Rabu (21/8/2019) menggelar Temu Karya Daerah (TKD) di salah satu hotel di Kota Unaaha. Hasil TKD menetapkan pula, Abdul Hasim sebagai ketua Karang Taruna Konawe yang baru periode 2019-2024.

TKD yang pertama digelar setelah 10 tahun ini mengangkat tema Menciptakan Semangat Kesetiakawanan Sosial serta Mengedepankan Kebersamaan dan Kekeluargaan.

Temu Karya Daerah Karang Taruna Konawe ini dibuka oleh Kadis Soaial Kabupaten Konawe, H. Muh Ikhsan Saranani. Dihadiri ketua OKK Karang Taruna provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ali Yasin, Caretaker Karang Taruna Konawe, Marwan Khaliq dan Ketua Karang Taruna Kecamatan dan kelurahan.

Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Karang Taruna Sultra, Muhammad Ali Yasin mengucapkan selamat mengembang amanah kepada ketua terpilih.

Muhammad Ali Yasin berharap agar dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, Abdul Hasim mampu menghidupkan kembali organisasi Karang Taruna Konawe dan berjalan sesuai yang kita harapkan bersama, tidak seperti sekarang ini.

“Kami berharap Karang Taruna Konawe bisa maju dan ini merupakan era kebangkitan Karang Taruna di Konawe,” harap Muhammad Ali Yasin yang hadir mewakili ketua Karang Taruna Sultra yang berhalangan hadir.

Menurut Ali Yasin, Karang Taruna Konawe selama ini selalu timbul tenggelam. Pada moment-moment tertentu Karang Taruna Konawe tidak lagi ada gaungnya.

“Dulu kita tahu Karang Taruna Konawe itu cukup berjasa dalam artian konsolidasi organisasi tahun- tahun sebelumnya. Tapi di 10 tahun terakhir ini tidak ada lagi,” ujarnya.

Selaku ketua OKK, Ali Yasin meyakini bahwa sosok Abdul Hasim mampu membawa perubahan pada organisasi Karang Taruna di Kabupaten Konawe. Ia pun berjanji akan membangun sinergitas.

“Saya tahu Abdul Hasim adalah seorang aktivis dan saya yakin dia mampu menakhodai Karang Taruna Konawe ini untuk bisa lebih eksis. Nanti kita akan bersinergi dari Karang Taruna Provinsi untuk program-program yang ada di Provinsi kita akan bawa ke Konawe,” janji ketua OKK Karang Taruna Sultra itu.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Konawe terpilih, Abdul Hasim mangatakan bahwa dirinya siap untuk mengembang amanah yang dipercayakan kepadanya.

Untuk itu kata Mantan Komisioner KPU Konawe ini, selaku ketua terpilih dirinya telah menyiapkan program kerja pengurus Karang Taruna Kabupaten Konawe periode 2019-2024.

“Untuk program jangka pendek kami akan melakukan konsolidasi terhadap pengurus Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan se -Kabupaten Konawe,” kata Abdul Hasim.

Selain itu masih kata Hasim, pihaknya juga akan mengadakan penyegaran kembali kepengurusan Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Konawe.

Kemudian melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat Kabupaten Konawe serta menyelenggarakan kelengkapan administrasi dan atribut Karang Taruna dan tentunya menghidupkan kembali aktifltas dan kegiatan Karang Taruna.

Sedangkan untuk program jangka menengah, Hasim menyebut akan
Membina dan meningkatkan sumber daya manusia Karang Taruna melalui berbagai pendidikan/pelatihan keterampilan.

“Kami juga akan berupaya untuk meningkatkan kemitraan dengan organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, atas dasar prinsip kebersamaan dan kesejahteraan sosial,” sebut Hasim .

Lebih dilanjut dikatakan, selain program jangka pendek dan menengah, Karang Taruna Kabuoaten Konawe juga tentunya memiliki program jangka panjang.

Program jangka panjang tersebut adalah pertama, memantapkan peran Karang Taruna dalam kegiatan usaha kesejahteraan sosial, berperan aktif dalam setiap pembangunan kesejahteraan sosial.

Kedua melakukan kegiatan usaha secara swadaya melalui Badan Usaha Karang Taruna (BUKT). Ketiga, membentuk Koperasi Pemuda (KP) di tingkat Kabupaten Konawe. Serta program keempat yakni mewujudkan koperasi Karang Taruna yang maju, mandiri dan berkesetiawanan sosial. (Red)