Beranda Lainnya Advertorial Tim Adipura KLHK Lakukan Penilaian, Wabup Konawe : Adipura itu Penting

Tim Adipura KLHK Lakukan Penilaian, Wabup Konawe : Adipura itu Penting

31
LOMBA ADIPURA - Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Tim Adipura KLHK saat di ruangan wakil bupati.
LOMBA ADIPURA - Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Tim Adipura KLHK saat di ruangan wakil bupati.

UNAAHA, – Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penilaian di Kabupaten Konawe. Salah satu indikator yang dinilai dalam penghargaan ini, yakni pengolahan sampah.

Ketua Tim Penilai Adipura, Arif Sumardi menjelaskan, dalam penilaian ini indikator yang dinilai salah satunya, adalah pengelolan sampah. Menurutnya, penolahan sampah di Konawe masih perlu ditingkatkan.

“Penilaian Adipura saat ini bukan hanya menitikberatkan pada kebersihan, tetapi juga bagaimana pengelolaan sampah, dan itu di Konawe perlu ditingkatkan,” kata Arif pada MEDIAKENDARI.com, Selasa (19/11/2019).

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, KLHK ini juga menjelaskan, dalam penilaian adipura ini pihaknya memberikan perhatian khusus pada pengolahan sampah dari pasar, rumah tangga, juga sekolah.

“Jadi sebaiknya sampah itu tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, tetapi dilakukan pengolahan terlebih dahulu, menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tambah Arif.

Untuk pengolahan sampah tersebut, kata Arif, misalnya diolah menjadi pupuk kompos, atau kreasi kerajinan dari sampah misalnya dari gelas dan wadah minuman yang bisa dilakukan melalui program bank sampah.

“Tujuan itu salah satunya untuk menghasilkan basis data sudah berapa sampah yang berhasil dikurangi, kerajinan sampah berapa kilo, kompos berapa kilo dan itu nanti datanya konek dengan Jasrada yang ditetapkan bupati,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, selain pengolahan sampah beberapa hal yang mengurangi penilaian adipura di Konawe yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH), kebersihannya serta belum adanya tempat sampah terpilah.

“JIka ingin nilai yang bagus minimal ada lima tempat sampah terpilahnya, prosesnya juga, mengolah sampah menjadi kompos itu lah beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan, selain itu ya kebersihan drainase,” ungkap Arif.

LOMBA ADIPURA - Ketua Tim Penilai Adipura, Arif Sumardi bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Konawe, Ilham Jaya.
LOMBA ADIPURA – Ketua Tim Penilai Adipura, Arif Sumardi bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Konawe, Ilham Jaya.

Menurutnya juga, untuk selanjutnya pasca penilaian ini, pihaknya akan melakukan pengolahan data, salah satunya data Jasrada atau kebijakan strategis daerah untuk pengelolaan sampah.

“Untuk data Jasrada akan diliat bagaimana pengolahan sampahnya, berapa pengurangannya dari masyarakat dan penanganan yang dilakukan oleh Pemda yang akan dihitung terlebih dahulu,” kata Arif.

Untuk itu, terkait hasil penilaian adipura yang dilakukannya, ujar Arif, belum bisa diketahui kapan akan bisa dirilis ke publik, karena pihaknya masih akan melakukan pengolahan data terlebih dahulu.

“Kita akan setor data ini ke KLH, jadi belum diketahui bulan berapa akan bisa diketahui bagaimana hasilnya,” pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Konawe, Sultra, mengincar piala adipura ketiganya tahun ini. Namun ada hal lain yang harus diutamakan di Konawe.

“Budaya bersih itu lebih penting, jadikan kebiasaan menjaga lingkungan agar tetap bersih,” kata Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/11/2019).

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara

Kata Gusli lagi, Pemkab tidak hanya mengharapkan reward dari Piala Adipura, namun seluruh masyarakat Konawe menyadari, kebiasaan menjaga lingkungan, kelestarian lingkungan dan keindahan kota adalah hal paling penting.

Tujuan jangka panjangnya, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi sehat dan cerdas, untuk melanjutkan pembangunan di Konawe nantinya.

Lanjut Gusli, pembangunan di bidang lingkungan dan kebersihan bukan semata-mata untuk meraih adipura, namun Pemkab ingin menyadarkan masyarakat, kebersihan itu bagian dari Iman.

Konawe sendiri sudah punya cara mengatasi pengolahan limbah di seluruh kelurahan. Jadwal ketat pengangkutan sampah juga telah diatur yakni pukul 6 pagi hingga 9 malam, lalu pukul 9 malam hingga 6 pagi.

Pemkab Konawe juga telah melakukan uji coba sumber daya pasukan kuning dengan cara melimpahkan kewenangan ke Kecamatan dan Kelurahan. Namun akan dievaluasi lagi hasilnya. (Red)