Beranda Lainnya Lipsus Titin Nurbaya Saranani Target Komisi Perempuan atau Pariwisata

Titin Nurbaya Saranani Target Komisi Perempuan atau Pariwisata

130
Titin Nurbaya Saranani
Titin Nurbaya Saranani

UNAAHA, – Resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (7/10/2019), Titin Nurbaya Saranani berharap ditempatkan di komisi yang mengurusi masalah perempuan atau pariwisata.

Keinginannya itu akan ia sampaikan pada saat rapat fraksi pembentukan alat kelengkapan dewan. Kata dia, harapannya untuk masalah perempuan sudah jauh hari ia pikirkan mengingat ia perwakilan gender.

Isu perempuan, Titin menyinggung soal kesetaraan dan kesejahteraan perempuan. Utamanya masalah tingkat pendidikan perempuan yang masih rendah dibanding kaum lelaki.

Solusinya, bagi dia, dengan memberikan pendidikan atau keterempilan dasar bagi perempuan untuk mengembangkan potensi industri rumahan.

Bagi dia, selama ini sudah ada potensi-potensi yang dikembangkan hanya kurang mendapat perhatian, terutama masalah pendanaan. Olehnya, dengan sejumlah program yang akan ia tawarkan, bisa menyelesaikan persoalan hal-hal seperti itu.

“Selain masalah gender, saya ingin angkat pariwisata di Konawe, Konawe Kepulauan (Konkep) dan Konawe Utara (Konut). Saya tau potensi pariwisata di tiga daerah ini, tapi belum betul-betul dikelolah,” kata Titin.

Diungkap Titin, kini ia mulai menginventarisasi lokasi-lokasi wisata yang borpetensi untuk dikembangkan. Saat ini secara garis besar sudah ada Pulau Bokori untuk Konawe, Pulau Labengki untuk Konut dan air terjun Tamburano di Konkep.

Seperti Konawe, kata dia, Pemda-nya sudah ada program pengembangan daerah wisata. Tinggal pemerintah provinsi, melalui usulan DPRD provinsi untuk mensukseskan rencana itu.

Diakui Titin, banyak potensi wisata di daerah-daerah. Namun keterbatan kretifitas pemda menjadikan lokasi-lokasi itu kurang berkembang. Untuk itu, melalui program-program pengembangan pariwisat bisa meningkatkan potensi wisata daerah dan Sultra secara umum.

“Dengan pengembangan ini, harapannya akan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang besar bagi daerah,” ujarnya. (red)