Beranda Kampung Sultra Uji Publik, Konawe Utara Bakal Simulasi Pemberlakuan “New Normal”

Uji Publik, Konawe Utara Bakal Simulasi Pemberlakuan “New Normal”

284
Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ruksamin

UNAAHA, – Jelang pemberlakuan “New Normal” atau kebiasaan baru di Kabupaten Konawe Utara (Konut) di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Konut lebih dulu akan menerapkan uji publik berupa sosialisasi dan simulasi.

Hal ini disampikan Bupati Konut, Dr. H. Ruksamin saat menggelar rapat usai upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni 2020 di posko Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Konut.

Dalam rapat, Ruksamin menyampaikan ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan persiapan pelaksanaan kebiasaan baru.

Diketahui, Kabupaten Konut masuk dalam 5 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara bersama Buton Utara, Buton Selatan, Buton dan Konawe Kepulauan (Konkep) yang direkomendasikan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia untuk melaksanakan penerepan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Kita akan siapkan aturan terlebih dahulu sebelum diberlakukan New Normal, kita mulai seperti apa dan penerapannya seperti apa. Setelah semua telah diatur maka akan dilakukan simulasi,” kata Ruksamin.

Ruksamin lalu mengintruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) beserta intansi terkait untuk segera meluncurkan panduan pelaksanaan kebiasaan baru ini untuk diuji publik melalui simulasi dan sosialisasi.

Ruksamin lalu mengisyaratkan agar pelaksanaan uji publik sudah dapat dilakukan pekan mendatang. Praktek pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap di beberapa instansi yang akan jadi percontohan.

“Kita coba dulu seperti apa, setelah itu siap kita cek, uji publiknya oke siap, setelah itu baru kita tetapkan bahwa Kabupaten Konut siap untuk melaksanakan new normal,” ujar Ruksamin.

Dijelaskannya, uji publik ini untuk mengkaji apakah Konut sudah siap atau belum. Ia pun mencontoh Korea Selatan yang hasil uji publik selama dua hari pemberlakuan kebiasaan baru yang gagal sehingga dibatalkan.

Untuk aturan kebiasaan baru nantinya, Ruksamin memaparkan inginkan tiap sektor akan diberi pedoman pelaksanaan, semisal pariwisata, wisata mana yang akan dan belum boleh dibuka untuk umum.

Selanjutnya siapa yang boleh berkunjung, petugas yang berjaga siapa, dan harus apa serta seperti apa aturan berkunjung dan bagaimana kegiatan pengunjung di dalam. Semuanya harus diatur dalam pedoman itu.

Contoh lainnya di sektor pendidikan, Ruksamin mencontohkan agar tiap sekolah menyediakan Biosel Konasara di tiap pintu masuk sekolah. Sejalan dengan hal diatas, aturan serupa harus berlaku di sektor lain.

Ruksamin lalu menekankan, pemberlakuan kebiasaan baru ini tetap akan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan tidak menghilangkan kebiasaan selama masa pandemi Covid-19.

“Saya berpesan kepada semua warga, walaupun kita sudah terapkan new normal tetap akan diterapkan portokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, jaga kebersihan lingkungan dan jaga jarak,” tutupnya. (Red)