Beranda Kampung Pendidikan Unilaki Jadi Universitas Pertama Yang Kembangkan Teknologi Pertanian

Unilaki Jadi Universitas Pertama Yang Kembangkan Teknologi Pertanian

865
Foto Bersama Staff Ahli Menristek di depan Green House
Foto Bersama Staff Ahli Menristek di depan Green House Unilaki

Kampung Konawe
Unaaha, – Universitas Lakidende (Unilaki) menjadi universitas pertama yang mengembangkan sistem teknologi pertanian di Indonesia. Melalui konsep Agroindustri yang dituangkan dalam konsep Green House.

Konsep Green House milik Unilaki ini ditandai dengan komiditi tanaman pangan yang berfokus pada tomat, cabai dan ternak. Konsep ini diklaim belum dilakukan dimanapun di seluruh Indonesia, Unilaki menjadi salah satu pencetus sekaligus kiblat pengembangan Green House di Indonesia.

“Indonesia negara agraria, tentunya pengembangan dibidang teknologi pertanian ini dibutuhkan dan Unilaki sudah mulai itu. Peningkatan produksi menjadi hal penting, disini Unilaki mengubah pola pertanian yang dulu konvensional dengan sistem ini yang jauh lebih baik.” Kata Staff Ahli Menristek bidang Relevansi dan Produktivitas, Agus Puji Prasetyono usai meninjau langsung konsep Green House, Minggu (7/4).

Agus Puji Prasetyono menilai, konsep Green House Unilaki ini menjadi salah satu terobosan untuk industri pertanian dalam hal peningkatan produktivitas, sembari berharap konsep ini mampu dilirik banyak tempat lain dan ikut menerapkan pola Green House ini. Hematnya, konsep ini bisa diterapkan secara masif agar produktivitas pertanian di Indonesia mampu lebih baik.

Rektor Unilaki, Laode Masihu Kamaluddin Bersama Staf Ahli Menristek Agus Puji Prasetyono saat meninjau Green House
Rektor Unilaki, Laode Masihu Kamaluddin Bersama Staf Ahli Menristek Agus Puji Prasetyono saat meninjau Green House

“Konsep-konsep seperti inilah yang kita harapkan, jadi kami sebagai pengembangan teknologi akan mendorong ini menjadi teknologi baru kita yang bisa menjadi inovasi dalam mengejar target ketahanan pangan. Jadi konsep ini bukan hanya soal pengetahuan atau penemuan baru, tapi bisa menjadi penemuan yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat kita.” Ujar Agus Puji Prasetyono.

Sementara itu, Rektor Unilaki, Laode Masihu Kamaluddin mengatakan, pengembangan pola Green House ini ditujukan sebagai jawaban atas persoalan pangan dan kemiskinan di Indonesia. Unilaki diharapkan mampu menjadi sentral dalam penyelesaian masalah pokok di industri pertanian Indonesia, dengan menerapkan pola ini di bumi Sulawesi Tenggara (Sultra), Konawe khususnya.

“Prinsip yang dianut oleh Unilaki adalah, jika ingin membangun kota maka desanya harus makmur dulu, bukan hanya satu sisi namun di segala sisi. Green House inilah yang kami tawarkan. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana mensukseskan program ini, bukan sebatas temuan yang hanya jadi obyek penelitian.” Terang Laode Masihu Kamaluddin.

Laode Masihu Kamaluddin mengungkapkan, kini Unilaki terus melakukan sharing soal peningkatan tenaga-tenaga ahli dibidang ini. Menurutnya sudah ada sejumlah universitas yang menjalin kerjasama dengan Unilaki, baik nasional maupun luar negeri. Fokusnya masalah teknologi pertanian, yang kemudian akan diterapkan di Unilaki nantinya. (KS/Red)