Beranda Kampung Pendidikan Unilaki Lepas 154 Mahasiswa KKN

Unilaki Lepas 154 Mahasiswa KKN

172
Pelepasan Mahasiswa KKN Unilaki
KKN UNILAKI - Rombongan mahasiswa KKN Universitas Lakidende (Unilaki) saat pelepasan di depan Rektorat Unilaki.

UNAAHA, – Universitas Lakidende (Unilaki) kembali mengirimkan 154 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (7/11/2019). Ini adalah angkatan ke IV yang telah dikirimkan.

Pelepasan mahasiswa disaksikan langsung Pembantu Rektor (PR) III Masaili, SE., M.Si, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unilaki, Ir. Rudi Azis, S.T., M.Si.

Peserta KKN ini ditempatkan di lima belas desa di dua kecamatan, yakni tujuh desa di Kecamatan Lalonggasumeeto dan delapan desa di Kecamatan Onembute.

Setiap desa diisi dengan tujuh sampai delapan mahasiswa yang terdiri atas beberapa fakultas dan program studi.

Ada 8 fakultas yang mengirimkan mahasiswanya untuk KKN, pertama Fakultas Ekonomi program studi (Prodi) Ilmu Manajemen, Fakultas Ilmu Administrasi Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Lalu, Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Pertanian Prodi Agrobisnis, dan Fakultas FKIP Prodi Matematika.

“Hanya Prodi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang tidak ikut, karena semester genap,” kata Ketua LPPM, Ir. Rudi Azis, S.T., M.Si.

Menurut Rudi Azis, para peserta KKN ini diberikan tugas untuk mengampanyekan visi-misi universitas terkait Agroindustri di pedesaan.

Pemilihan Lalonggasumeeto dan Onembute karena karekteristik wilayah yang cocok untuk merealisasikan visi-misi Agroindustri. Lalonggasumeeto sebagai daerah pesisir dan Onembute daerah pedalaman desa.

“Tugas mahasiswa adalah melakukan pengembangan produk sumberdaya alam lokal untuk diangkat menjadi produk unggulan,” ujar Rudi Azis.

Kata dia, para mahasiswa ini telah dibekali dengan pengetahuan teknologi digital farming, seperti tehnik green house. Harapannya, mahasiswa lebih mudah menerapkan saat di wilayah KKN nantinya.

Sehingga, lanjut dia, pertanian bisa menjadi modal desa yang menjadi lokasi KKN, untuk mengembangkan diri khususnya di bidang teknologi pertanian.

Untuk diketahui, para peserta ini akan berada di wilayah-wilayah KKN selama 45 hari. (Red)