Beranda Kampung Sultra VDNI ke Pemda : Utang Rp24 Miliar Segera Dibayarkan

VDNI ke Pemda : Utang Rp24 Miliar Segera Dibayarkan

434
Kepala BP2RD Konawe, Cici Ita Ristianty (kanan) bersama perwakilan PT VDNI Mr Yin (tengah) usai pertemuan membahas pembayaran tunggakan retribusi PT VDNI ke Pemda Konawe.

UNAAHA, – Utang PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) senilai Rp24 miliar terkait kewajiban perusahaan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe berupa tunggakan retribusi yang merupakan pendapatan asli daerah (PAD) masuki tahap negosiasi.

Manajemen VDNI dan Pemda Konawe melalui Badan Pengeloaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) sudah melakukan pertemuan langsung Senin (19/8/2019) sore di kantor BP2RD.

Hasil pertemuan menyepakati, tunggakan yang meliputi retribusi kekayaan daerah, bongkar muat dan lahan parkir itu akan segera dibayarkan pihak VDNI.

Ketetapan soal pembayaran VDNI ke Pemda sudah dituangkan ke Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) senilai Rp24 miliar.

Kepala BP2RD Konawe, Cici Ita Ristianty mengatakan, tunggakan yang dihitung sebagai utang dan akan dibayarkan itu dihitung sejak tahun 2018 hingga April 2019.

Diterangkan Cici, kehadiran perwakilan VDNI oleh Mr Yin adalah membahas teknis pembayaran tunggakan, termaksud klarifikasi atas besaran tunggakan VDNI ke Pemda Konawe.

“Kehadiran Mr Yin untuk mengklarifikasi soal pembayaran. Sudah disepakati, dalam waktu satu dua hari pihak VDNI akan memberi kabar soal pembayaran,” terannya.

Tapi, soal teknis pembayaran, Cici masih menunggu hasil konsultasi pihak VDNI apakah dibayarkan langsung atau secara bertahap, namun dipastikan harus terbayarkan dalam tahun ini.

Sementara itu, Mr Yin didampingi penerjemah mengatakan, bersedia melunasi tunggakan yang dimaksudkan. Soal belum dibayarnya kewajiban selama ini diakibatkan adanya diskomunikasi dalam internal perusahaan.

“Yang namanya pajak tidak mungkin tidak dibayarkan dan ya kami bersedia untuk membayar angka Rp24 miliar itu,” kata Mr Yin.

Soal waktu dan teknis pembayaran, Mr Yin menyampaikan, seperti telah disepakati dengan Pemda akan diberikan kepastian dalam waktu satu dua hari mendatang.

Adapun ketentuan lainnya yang masih dalam tahap perundingan, Mr Yin menuturkan akan menyampaikan ke manajemen pusat, sehingga jika masih ada kemungkinan tunggakan lainnya untuk segera dibayarkan.

“Soal aturan lain masih akan kami pelajari dulu, seperti terkait pajak dan yang lain-lainnya, setelah itu akan sekalian dibayarkan agar tidak telat-telat lagi,” kata Mr Yin. (Red)