Beranda Kampung Sultra Warga Morombo Pantai Tutup Jalan PT KNN dan PT EKU, Tagih Pembebasan...

Warga Morombo Pantai Tutup Jalan PT KNN dan PT EKU, Tagih Pembebasan Lahan dan Kompensasi

355
Warga Desa Morombo Pantai memblokir jalan hauling miluk PT Konawe Nikel Nusantara dan PT Elit Kharisma Utama.
Warga Desa Morombo Pantai memblokir jalan hauling miluk PT Konawe Nikel Nusantara dan PT Elit Kharisma Utama.

KONUT, – Warga Desa Morombo Pantai, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) menutup akses jalan milik PT Konawe Nikel Nusantara (KNN) dan PT Elit Kharisma Utama (EKU), Selasa (2/6/2020) yang diklaim warga sebagai jalan desa namun digunakan untuk aktivitas pengangkutan ore nickel kedua perusahaan itu.

Penutupan menyusul aksi protes warga terhadap PT KNN dan PT EKU soal janji kompensasi yang belum dipenuhi. Soal lainnya adalah tuntutan pembebasan lahan warga yang digunakan kedua perusahaan, mulai dari jalan hauling hingga lokasi stockpile.

Padahal, baik PT KNN maupun PT EKU telah beroperasi sejak 2009. Jalan milik warga yang dipakai keduanya msepanjang 1,5 KM. Penggunaan jalan itu sendiri telah dijanjikan pihak perusahaan untuk diberikan kompensasi berupa lapangan kerja, pembangunan sarana ibadah dan bangunan desa, hingga pemberian bantuan bagi anak-anak Desa Morombo Pantai yang bersekolah atau kuliah.

Kepala Desa Morombo Pantai, Imran Kamal
Kepala Desa Morombo Pantai, Imran Kamal

Sam Nur, warga yang mengklaim lahannya dipakai PT KNN dan PT EKU mengaku belum sama sekali menerima kompensasi seperti yang dijanjikan manajemen perusahaan. Sam pun mengaku, lahan yang dipakai kedua perusahaan itu luasnya 1 Ha.

“Sejak puluhan tahun, PT KNN dan PT EKU ini tidak mempunyai kepedulian terhadap kami. Lahan saya satu hektar, belum teman-teman yang lain. Mereka janjikan kepada masyarakat seperti komdef, terus pendidikan, kemudian pembangunan masjid itu tidak ada sama sekali pak. Bantuan sosial pun tidak ada. Tidak ada sama sekali kontribusinya,” kata Sam Nur.

Hal senada diungkap pemilik lahan lainnya, Salim S. yang juga Sekretaris Desa Morombo Timur. Selain soal kompensasi, ia menuntut pembebesan lahan miliknya yang kini menjadi stockpile PT KNN dan PT EKU sejak 5 tahun terakhir.

“Lahan saya digunakan sebagai jalan dan stockpile tanpa sewa sama sekali. Tiga bulan lalu sudah saya tuntut, belum ada penyelesaian. Belum dibebaskan. Luas lahan yang digunakan ini 75×50,” ujar Salim.

Tak sampai situ, salim pun membeberkan masih ada sekitar 70-an lahan milik warga yang mengalami nasib serupa dengannya. Bahkan, saat dirambah para pemilik lahan tidak mendapat pemberitahuan.

Sementara itu, Kepala Desa Morombo, Imran Kamal membenarkan kejadian tersebut. Komitmen untuk menyelesaikan persoalan lahan ini sudah sering dibangun pihak perusahaan namun belum terealisasi.

“Mewakili seluruh masyarakat Desa Morombo Pantai secara otomatis saya mengatakan sangat kecewa dengan pihak PT. EKU / KNN yang mana perjuangan kami untuk membesarkan perusahaan tersebut, sehingga sampai hari ini pihak mereka tidak ada kepeduliannya terhadap kami, termasuk lahan kami masih banyak yangbelum di bebaskan,” ucapnya.

Soal jalan hauling yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan jalan desa, Imran membenarkan hal itu. Kata dia memang selama menambang di wilayahnya mereka telah menjadikan akses tani untuk mengangkut ore nikel ke jety.

Lahan warga Desa Morombo Pantai yang telah digali perusahaan yang diperkirakan warga sedalam 25 meter.

“Selain itu, masalah CSR dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) selama ini tidak ada sama sekali. Bagi kami secara ekonomi masyarakat sangat terpukul karna komitmen yang dibangun oleh pihak PT. EKU/KNN sampai hari ini tidak terlaksana seakan-akan kami ini terabaikan,” tuturnya.

Imran lalu mengultimatum pihak PT KKN dan EKU untuk segera menemui warga dan menyelesaikan persoalan pembebasan lahan dan kompensasi seperti yang disampaikan saat sosialisasi.

“Kami akan menutup jalan sampai pihak PT. EKU/KNN bertemu masyarakat. Kalau tidak kami akan menutup akses dan mengambil kembali lahan-lahan masyarakat,” tegas Imran. (Red)